Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri berada di Kabupaten Garut untuk meninjau kondisi penanganan banjir bandang, Kamis (29/9/2016).



KBR, Garut- Presiden Joko Widodo perintahkan Kapolri Tito Karnavian menindak perusak hutan yang menyebabkan terjadinya banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pekan lalu.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat meninjau langsung lokasi banjir di Lapang Paris, Kecamatan tarogong Kidul, hari ini, Kamis (29/9/2016).

“Penegakan hukum yang paling penting karena tanpa itu hutan, vegetasi pohon akan terus digunduli dan gundul. Saya perintahkan tindakan hukum dari kapolri untuk para perusak lingkungan yang menyebabkan banjir bandang di Garut,” ujar Jokowi.

Selain kepada Kapolri, Jokowi juga meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK untuk menginvestigasi kerusakan hutan di Garut. Tim lingkungan hidup diminta untuk melakukan penelitian kerusakan di hulu sungai Cimanuk.

Oleh Jokowi, tim juga diintruksikan untuk melakukan penataan ruang yang betul. Tujuannya agar vegetasi di wilayah hulu sungai cimanuk tidak semuanya hilang atau gundul. “Saat ini tim tersebut telah turun ke lapangan untuk melakukan proses - proses konservasi. “

Rusaknya hulu sungai Cimanuk diduga menjadi penyebab banjir bandang yang melanda Kabupaten Garut, Selasa pekan lalu. Pada peristiwa itu tercatat sebanyak 34 orang tewas dan 19 orang masih dalam pencarian. Banjir bandang ini juga merusak ratusan rumah milik warga. Saat ini tercatat ada sebanyak 758 kepala keluarga yang terdampak banjir atau 2.525 jiwa.

Presiden Joko Widodo bersama sejumlah menteri pagi tadi berada di Kabupaten Garut untuk meninjau kondisi penanganan banjir bandang. Jokowi didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PU Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Editor: Malika

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!