Hari Terakhir Tax Amnesty Periode 1, Bos Indofood Datangi Ditjen Pajak

"Kedua, menjalankan tentunya amanat Presiden, dan kami mewakili Pak Anthony Salim secara pribadi dan perusahaan-perusahaannya,"

Jumat, 30 Sep 2016 13:54 WIB

Menanti proses pengampunan di kantor Dirjen Pajak. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Bos grup usaha Indofood Franky Welirang mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pajak untuk mengikuti program pengampunan pajak atau tax amnesty. Selain mengurus keikutsertaannya dalam tax amnesty, Franky juga mewakili ipar dan koleganya sesama bos di Indofood, Anthony Salim.

Keduanya telah mendeklarasi harta dalam negeri dan merepatriasi harta di luar negeri.

"Sehubungan dengan tax amnesty ini, sejak awal kami semua dan para pengusaha lainnya menganggap semuanya akan berpartisipasi. Kedua, menjalankan tentunya amanat Presiden, dan kami mewakili Pak Anthony Salim secara pribadi dan perusahaan-perusahaannya," kata Franky di kantor Ditjen Pajak, Jumat (30/09/16).

Franky mengatakan, dia dan Anthony sebelumnya sudah mengurus keikutsertaan tax amnesty di Kantor Pelayanan Pajak Besar. Mereka mengikuti tax amnesty sebagai wajib pajak orang pribadi. Adapun tax amnesty untuk grup Indofood, kata dia, telah selesai diurus sebelumnya. Kini, dia ke kantor Ditjen Pajak untuk menerima surat keterangan penganpunan pajak dari Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiatseadi.

Franky berujar, apabila dibandingkan, harta yang dia deklarasi dan repatriasi, lebih kecil dibanding milik Anthony. Kata dia, alasan menyimpan harta di luar negeri yang berupa saham investasi adalah untuk ekspansi usaha. Menurutnya, harta yang dipulangkan ke dalam negeri itu akan digunakan untuk mendanai usaha di sektor riil.

Hari ini, kantor pusat Ditjen Pajak terlihat ramai oleh peserta tax amnesty. Jelang tengah hari, jumlah peserta yang telah mengambil nomor antrean sudah melebihi 1.000. Tak lama setelah Franky mendatangi Ditjen Pajak, tokoh agama Yusuf Mansur juga hadir di kantor itu. Yusuf telah melaporkan hartanya di Kator Pelayanan Pajak Pratama Tangerang Timur. Hari ini, dia akan menerima tanda terima. Adapun surat keterangan pengampunan pajaknya, akan jadi sepuluh hari kemudian.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.