Duduki Balaikota, Massa Anti-Syiah Tolak Peringatan Asyura di Kota Bogor

"Kita minta kepada aparat pemerintah, yang dekat dengan Jokowi. Tolong sampaikan keluhan kita, kita ini anak bangsa yang ingin negara kita damai dan aman."

Jumat, 23 Sep 2016 14:57 WIB

Aksi anti-Syiah di kota Bogor. (Foto: KBR/Rafik M.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Bogor- Sekelompok orang yang mengaku dari Masyarakat Muslim Bogor (MMB) menduduki Balai Kota Bogor. Mereka meminta wali kota dan presiden,   tidak mengizinkan pelaksanaan perayaan Asyura.

Wilyudi, salah satu perwakilan massa meminta agar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, untuk tidak mengizinkan perayaan Asyura di Kota Bogor. Ia juga meminta kepada Presiden Jokowi, untuk tidak mengizinkan adanya kegiatan Syiah di Indonesia.

"Kita minta kepada aparat pemerintah, yang dekat dengan Jokowi. Tolong sampaikan keluhan kita, kita ini anak bangsa yang ingin negara kita damai dan aman. Jangan sampai diacak-acak oleh kelompok sesat yang ternyata kaki tangan yahudi, orang-orang kafir," katanya saat menyampaikan orasi di Balai Kota Bogor, Jumat (22/09)

Dalam kesempatan ini, massa meminta agar walikota tidak lengah seperti tahun lalu. Karena pada tahun lalu, kata Wilyudin, perayaan Asyura nasional hampir berpusat di Kota Bogor.

"Tahun lalu, kelompok syiah hampir berpusat di sini (Kota Bogor) tahun ini kami meminta walikota tidak lengah," jelasnya.

Asssyura berarti kesepuluh. Penganut Syiah memperingati hari kesepuluh dalam  bulan Muharam sebagai hari  berkabungnya atas kematian Husain bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad saat pertempuran Karbala tahun 61 H.

 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.