Diperiksa KPK, Jaksa Farizal Selalu Dikawal Petugas Kejaksaan

Farizal diduga menerima suap Rp 365 juta dari Sutanto yang merupakan terdakwa suap penjualan gula tanpa label SNI di PN Padang

Senin, 26 Sep 2016 11:19 WIB

Jaksa Farizal. Foto ANTARA



KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Jaksa Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Farizal sebagai tersangka suap penjualan Gula Tanpa Standar Nasional Indonesia (SNI) di Pengadilan Negeri Padang.

Farizal tiba sekira pukul 10.15 WIB pagi ini dengan mengenakan kemeja warna biru. Kali ini ia terlihat dikawal empat orang berseragam Korps Adhyaksa. Pada pemeriksaan sebelumnya, Farizal juga terlihat dikawal oleh petugas Kejaksaan.

Saat ini, Fahrizal sudah dinonaktifkan dari jabatannya lantaran diduga menerima uang dari Direktur Utama CV Semesta Berjaya, Xaveriandi Sutanto. Ia diduga menerima suap Rp 365 juta dari Sutanto yang merupakan terdakwa suap penjualan gula tanpa label SNI di PN Padang.

Kasus bermula saat KPK menangkap Ketua DPD RI, Irman Gusman. Irman disangka menerima suap sebesar Rp 100 juta dari Sutanto. Suap diberikan agar Irman memengaruhi Bulog untuk mengatur distribusi kuota gula impor di Sumatera Barat. Kasus Irman terungkap, saat bersamaan petugas KPK mengintai kasus suap yang melibatkan Farizal.

Hari ini, KPK juga memeriksa Sekretaris Jenderal DPD RI, Sudarsono Hardjosoekarto. Sudarsono diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Irman Gusman. (dmr)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Penggantian Ketua DPR Dinilai Tak Perlu Tergesa-gesa

  • PKB: Keputusan Golkar Terkait Posisi Setnov Menyandera DPR
  • Mendagri: Usulan Tim Gubernur Anies Melebihi Kapasitas yang Diatur Undang-undang
  • Golkar Resmi Dukung Khofifah-Emil di Pilkada Jatim