Dikeroyok 2 Kubu, Ini Strategi Tim Pemenangan Ahok-Djarot

Pasangan bakal Cagub dan Cawagub Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat bakal mengusung kampanye positif.

Sabtu, 24 Sep 2016 23:13 WIB

Pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri) dan Djarot Saiful Hidayat (kanan) melambaikan tangan usai menjalani tes kesehatan di RSAL Mintohardjo, Jakarta. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

ARTIKEL TERKAIT



KBR, Jakarta - Pasangan bakal Cagub dan Cawagub Jakarta Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat bakal mengusung kampanye positif.

Tim pemenangan Ahok-Djarot, Taufik Basari menjelaskan, kampanye tersebut berupa penyebaran informasi tentang keberhasilan pembangunan Jakarta di bawah kepemimpinan duo petahana tersebut. Ini merupakan strategi untuk melawan dua kubu pesaing, yang dipastikan akan menyoroti kebijakan Ahok yang dinilai kontroversial, seperti penggusuran.

"Untuk mendukung Pak Ahok dan Pak Djarot kami akan melakukan kampanye positif, karena itu kami akan meluruskan informasi-informasi, fitnah-fitnah yang tidak benar, dan adanya pembangunan persepsi yang juga keliru,"  kata Taufik dalam sebuah diskusi di Cikini, Sabtu (24/9/2016).

"Yang mungkin tadi dikatakan, bisa saja itu persepsinya elit, bukan persepsinya publik, itu yang akan kita lakukan, kita luruskan itu semua," lanjutnya.

Taufik Basari menambahkan, pasangan Ahok-Djarot tetap akan mengusung program-program yang selama ini telah dijalankan. Ia mengklaim program-program tersebut bermanfaat bagi masyarakat.

"Tim kami akan memperlihatkan bagaimana program-program Ahok ini sudah berjalan, dengan konsep smart city, bagaimana Pak Ahok mencoba menciptakan kali atau sungai yang bersih dengan pasukan oranyenya," jelas Taufik.

"Juga di pendidikan, kesehatn, transportasi publik, pembangunan ruang terbuka publik yang ramah anak," imbuhnya.

Baca juga:

Sedangkan merespon kritik tentang sikap Ahok yang dianggap keras dan jauh dari santun, Taufik mengatakan, hal tersebut hanya berlaku bagi para pelanggar hukum. Dia pun menegaskan, Ahok tidak membutuhkan pencitraan seperti dua kandidat lain.

"Pak Ahok, istilahnya begini, silakan lu nilai gue, kalau misalnya menurut lu gue nggak berhasil, nggak usah pilih gue, kalau misalnya berhasil silakan kita lanjutkan sama-sama, itu yang membedakan, yang menjadi pembeda, antara Pak Ahok, dengan calon-calon lainnya, Pak Ahok tidak butuh pencitraan sama sekali," ujar politisi Partai Nasdem ini.

Baca juga: 3 Pasangan Daftar Pilkada DKI 2017, 1 atau 2 Putaran?




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.