Daerah terdampak banjir bandang Garut. (Foto: Antara)



KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk memastikan lagi keefektifan pembangunan rusun bagi warga korban banjir bandang di Garut.  Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki mengatakan, presiden kuatir warga malah tidak mau tinggal di rusun tersebut.

Kata Teten, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah lokasi rusun yang harus memperhatikan kondisi perekonomian masyarakat.

"Tapi Pak Presiden minta dibicarakan kembali apakah rusun sudah tepat jangan sampai nanti rusun ini tidak dihuni. Jadi memang saya sudah bicara dengan Pak menteri PU dan bupati agar dibicarakan dengan warga. (Areal lokasi harus aman ya Pak?) Iya, dan mungkin juga tidak mencerabut kehidupan ekonomi warga. Biasanya kan relokasikan mengabaikan itu," ucapnya kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (27/09).

Kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi mengenai hal tersebut dengan Bupati Garut. Dia memastikan Bupati Garut sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan rusun tersebut yang direncanakan bakal dibangun dua tower oleh Pemerintah pusat yang diperuntukkan untuk warga yang terdampak langsung akibat banjir bandang. Menurut dia, lokasi permukiman warga yang rusak akibat banjir bandang tidak mungkin dibangun kembali.

"Ya nanti kan relokasi sudah disiapkan untuk warga yang memang tidak mungkin lagi rumahnya dibangun di pinggir kali. Dan kita juga sudah koordinasi dengan Bupati dan menteri PU untuk mencari lahan untuk pembangunan. (Peran Pemerintah pusat dalam relokasi apa?) Pemerintah pusat bisa membangunkan rumah. Kemarin yang sudah ditawarkan oleh Menteri PU adalah pembangunan dua tower rusun dengan tambah rusun yang sudah jadi di daerah Bayongbong  itu cukuplah untuk merelokasi warga yang rumahnya rusak dan tidak mungkin dibangun lagi di sana," ujarnya.

Pencarian Korban

Presiden Jokowi menyetujui permintaan BNPB yang menginginkan perpanjangan masa tanggap darurat bencana di Garut. Dengan begitu kata Teten Masduki, pencarian 20 orang korban hilang bisa dilakukan dengan maksimal.

Kata dia, Presiden Jokowi juga mengarahkan agar Basarnas untuk melakukan peningkatan yang lebih dalam upaya pencarian korban hilang, baik dari segi peralatan maupun sumber daya manusianya.

"Saya kira ini kan terkait dengan pencarian korban, jadi menurut saya ini tepat. Karena masih ada 20 orang yang masih belum ketemu, jadi saya kira Basarnas kerja lebih dalam skala yang lebih besar karena tentu mungkin pencarian sudah bukan lagi di lokasi bencana tetapi sudah di sepanjang aliran sungai Cimanuk. Jadi ini yang bapak Presiden sudah memberikan arahan supaya Basarnas ditingkatkan, termasuk melibatkan resque dari organisasi-organisasi di masyarakat," tambahnya. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!