Beking Narkoba, Jakgung Bantah Jaksa Memeras Bandar

"Jaksa yang bertugas meneliti berkas perkara ngasih petunjuk bahwa Freddy dan adiknya harus jadi tersangka. Itu pun tidak pernah terpenuhi,"

Senin, 26 Sep 2016 13:51 WIB

Ilustrasi: Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman. (Foto: KBR/M. Ridlo)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}



KBR, Jakarta- Kejaksaan Agung mengklaim sudah memeriksa hasil temuan Tim Pencari Fakta bentukan Polri soal aliran dana dari Freddy Budiman kepada para penegak hukum. Jaksa Agung M. Prasetyo membantah ada jaksanya yang memeras Tedja Harsoyo dan menawarkan keringanan pasal.

Menurut dia, pada kasus terpidana mati kasus narkoba Tedja, jaksa justru memerintahkan penyidik Polri untuk menetapkan Freddy Budiman dan adiknya sebagai tersangka.

""Pada saat menerima berkas perkata Tedja, dan pelajari berkasnya dalam tahap pra penuntutan. Jaksa P-16 yang bertugas untuk meneliti berkas perkara memberikan petunjuk kepada penyidik untuk mestinya Freddy dan adiknya dijadikan tersangka. Itupun tidak terpenuhi. Makanya kami juga heran ketika ada pernyataan bahwa jaksa menangani kasus Tedja ini melakuman praktik luar kepala." ," kata Prasetyo di DPR, Senin(26/9).

Prasetyo sudah melaporkan soal tidak ditindaklanjutinya instruksi jaksa tersebut. Menurut Prasetyo, Kapolri Tito Karnavian mengaku sudah kecolongan.

Sebelumnya, salah satu anggota TPF Polri, Effendy Ghazali, menyebut ada temuan pemerasan yang dilakukan oleh seorang jaksa kepada terpidana mati narkoba Tedja Harsoyo. Berdasarkan temuan TPF Gabungan, Tedja merupakan korban yang ditumbalkan gembong narkoba Freddy Budiman. Effendi Gazali mengistilahkannya dengan 'tukar kepala'.

Soal ini, Prasetyo mengaku sudah meluruskannya dengan Effendy. Menurut dia Effendy sudah menemuinya dan menyatakan bahwa pernyataan tersebut tidak berdasarkan fakta.

"Effendy ghazali datang ke kejaksaan menyampaikan permintaan maaf karena apa yang disampaikan itu tidak didasarkan pada data yang akurat. Setelah dijelaskan persoalan sebenarnya, dia sendiri kaget. Makanya waktu itu saya juga tidak ketemu sendiri, bersama Jampidum, dijelaskan oleh Jampidum." 

Prasetyo justru mengaku kecewa karena hasil temuan itu tidak meminta konfirmasi terlebih dahulu dari kejaksaan. Selanjutnya, ujar dia, kasus ini akan diambil alih oleh Persatuan Jaksa Indonesia.


Anggota TPF Polri, Effendy Ghazali belum menjawab konfirmasi perihal permintaan maafnya kepada kejaksaan tersebut.



Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi