Banyak Masalah, Menpora Undang Gubernur Aher Evaluasi PON Jawa Barat

Sejumlah pihak terkait seperti Pengurus Besar PON, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Bambang Waskito akan diundang dalam forum tersebut.

Kamis, 22 Sep 2016 12:42 WIB

Aparat kepolisian meredam kericuhan usai pertandingan atlet Wushu di GOR Padjajaran,Bandung, Jabar, Rabu (21/9). Kericuhan terjadi karena ofisial Jabar menilai keputusan juri memihak lawan dan memenan



KBR, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan PON XIX 2016 Jawa Barat, Jumat (23/9/2016) besok.

Evaluasi dilakukan pasca terjadinya kasus kerusuhan sepanjang pelaksanaan PON.

Imam Nahrawi mengatakan sejumlah pihak terkait seperti Pengurus Besar PON, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Bambang Waskito akan diundang dalam forum tersebut. Rapat besok akan mencari akar masalah dari berbagai persoalan yang mencuat.

"Besok saya akan undang PB PON, Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam, Kapolda, seluruh CdM (chef de mission) dan KONI Pusat, untuk mengevaluasi perjalanan PON. Sejauh mana penanganannya dan apa akar masalahnya sehingga muncul banyak soal, mulai keributan antar suporter sampai ada pemukulan dan bahkan ada protes dan juga ada boikot. Ini akan kami evaluasi besar-besaran," kata Imam di Istana Merdeka, Kamis (22/9/2016).

Baca: Diintimidasi Karena Tulis Berita PON, Tribun Jabar Lapor Polisi

Imam Nahrawi menambahkan bakal memperketat regulasi PON untuk menghindari hal yang sama terulang kembali. Ia mengatakan ada tiga hal yang akan diatur, di antaranya pembatasan usia atlet PON maksimal 23 tahun, pembatasan transfer atlet antardaerah, serta pengaturan bonus agar disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Agar PON ini tidak menjadi ajang semata-mata untuk mencari bonus ataupun gengsi daerah ataupun ajang hanya untuk reuni saja," ujar Imam.

Baca: KPK Pastikan Awasi Penggunaan Dana PON XIX Jabar

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sampaikan Pledoi, Andi Narogong: Saya Salah Dan Minta Maaf Kepada Seluruh Rakyat Indonesia

  • Penyuap Panitera PN Jaksel Dituntut 3 Tahun Penjara
  • Presiden Jokowi Bahas Industri Pertahanan dan Kesejahteraan Prajurit dengan Panglima TNI
  • Menteri Pendidikan: Ada Ketidaksengajaan Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi