Aparat kepolisian meredam kericuhan usai pertandingan atlet Wushu di GOR Padjajaran,Bandung, Jabar, Rabu (21/9). Kericuhan terjadi karena ofisial Jabar menilai keputusan juri memihak lawan dan memenangkan altet wushu Sumut. (Foto: ANTARA)



KBR, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi akan menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan PON XIX 2016 Jawa Barat, Jumat (23/9/2016) besok.

Evaluasi dilakukan pasca terjadinya kasus kerusuhan sepanjang pelaksanaan PON.

Imam Nahrawi mengatakan sejumlah pihak terkait seperti Pengurus Besar PON, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jawa Barat Bambang Waskito akan diundang dalam forum tersebut. Rapat besok akan mencari akar masalah dari berbagai persoalan yang mencuat.

"Besok saya akan undang PB PON, Gubernur, Wakil Gubernur, Pangdam, Kapolda, seluruh CdM (chef de mission) dan KONI Pusat, untuk mengevaluasi perjalanan PON. Sejauh mana penanganannya dan apa akar masalahnya sehingga muncul banyak soal, mulai keributan antar suporter sampai ada pemukulan dan bahkan ada protes dan juga ada boikot. Ini akan kami evaluasi besar-besaran," kata Imam di Istana Merdeka, Kamis (22/9/2016).

Baca: Diintimidasi Karena Tulis Berita PON, Tribun Jabar Lapor Polisi

Imam Nahrawi menambahkan bakal memperketat regulasi PON untuk menghindari hal yang sama terulang kembali. Ia mengatakan ada tiga hal yang akan diatur, di antaranya pembatasan usia atlet PON maksimal 23 tahun, pembatasan transfer atlet antardaerah, serta pengaturan bonus agar disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

"Agar PON ini tidak menjadi ajang semata-mata untuk mencari bonus ataupun gengsi daerah ataupun ajang hanya untuk reuni saja," ujar Imam.

Baca: KPK Pastikan Awasi Penggunaan Dana PON XIX Jabar

Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!