MPR Resmi Bentuk Dua Panitia Ad Hoc

"Oleh karena itu, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Panitia Ad Hoc I dan Panitia Ad Hoc II disahkan dalam Sidang Paripurna ini," Kata Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Kamis, 16 Agus 2018 13:35 WIB

Presiden Joko Widodo (depan tengah) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (depan keempat kanan) Wakil Presiden Jusuf Kalla (depan ketiga kanan), Ibu Mufidah Jusuf Kalla (depan kedua kanan) dan pimpinan lembaga negara melambaikan tangan saat menghadiri Sid

KBR, Jakarta- Majelis Pemusyawataran Rakyat (MPR) mengesahkan pembentukan dua panitia ad hoc untuk membahas pokok-pokok Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan Ketetapan (TAP) MPR, Kamis, (16/8/2018). 

Ketua MPR Zulkifli Hasan menjelaskan, masing-masing tim panitia ad hoc diisi oleh 45 anggota yang mewakili fraksi-fraksi DPR dan DPD. Kata dia, pembentukan panitia ad hoc tersebut sebagai tindak lanjut dari rekomendasi MPR periode 2009-2014 dan aspirasi masyarakat.

"Oleh karena itu, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Panitia Ad Hoc I dan Panitia Ad Hoc II disahkan dalam Sidang Paripurna ini," kata Zulkifli sambil mengetuk palu sidang.

Lebih lanjut, Zulkifli menjelaskan tugas dari kedua panitia ad hoc tersebut. Kata dia, panitia ad hoc I bertugas untuk mempersiapkan materi pokok-pokok haluan negara. Tim ini dikepalai oleh Ahmad Basarah dari fraksi PDI Perjuangan.

Sementara panitia ad hoc II, kata Zulkifli, bertugas untuk mempersiapkan materi tentang rekomendasi MPR, perubahan tata tertib MPR, serta ketetapan MPR. Rambe Kamarul Zaman dari fraksi Partai Golkar ditunjuk sebagai ketua tim ini.

Zulkifli mengatakan, untuk mempersiapkan materi pokok-pokok haluan negara, nantinya tergantung pada keputusan politik dari presiden. 

"Apakah ini jalan atau tidak tergantung keputusan politik. Kalau presiden setuju, parpol setuju maka bisa ditindaklanjuti. Kalau tidak, Insyaallah MPR sekarang sudah ada bahan pokok-pokok haluan seperti apa. Jadi sudah ada barangnya, sudah ada bahannya, baru sampai ke tahap rekomendasi," ujarnya.

Editor: Adia Puja Pradana 

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Saat ini ada banyak cara dan sarana untuk membantu orang lain. Lewat NusantaRun salah satunya.