Tiga Proyek Kawasan Ekonomi Khusus Hadapi Masalah

"Ada beberapa yang diperpanjang. Ada yang karena masalah lahan, ada juga karena internalnya belum solid. Jadi boleh diperpanjang," kata Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Rabu, 09 Agus 2017 21:12 WIB

Menteri PPN Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Sabtu (5/8/2017). (Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak)


KBR, Jakarta - Pengembangan tiga proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia molor karena terkendala pembebasan lahan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan dari enam KEK yang sudah dievaluasi, hanya KEK Palu dan Mandalika yang siap beroperasi dan bisa dideklarasikan paling lambat September 2017. Sementara untuk KEK Tanjung Api-Api, Bitung, serta Morotai diperpanjang satu tahun.

"Ada beberapa yang diperpanjang. Ada yang karena masalah lahan, ada juga karena internalnya belum solid. Jadi boleh diperpanjang," kata Bambang usai rapat di Kemenko Perekonomian, Rabu (9/8/2017).

Mengenai kawasan ekonomi khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Bambang mengatakan masih menunggu rampungnya sertifikasi lahan seluas 518 hektare. KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan ditargetkan bisa dinyatakan beroperasi November tahun ini.

Baca juga:


Kawasan Ekonomi Khusus merupakan upaya pemerintah mengembangkan kegiatan ekonomi di suatu wilayah, dimana berbagai jenis industri dapat dibangun, tumbuh, dan berkembang. Penetapan KEK dimaksudkan agar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang menggerakkan suatu wilayah, dan bahkan bisa berpengaruh secara nasional. Selain itu, KEK ditargetkan bisa menyerap banyak tenaga kerja, serta menarik investor.

Di dalam kawasan KEK tersebut investor bisa mendapatkan kemudahan perizinan yang ditawarkan pemerintah. Bahkan, jika investor mendapatkan masalah saat hendak melakukan penanaman modal di Indonesia, pemerintah memberi fasilitas untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

Sejak 2014, pemerintah menetapkan sembilan kawasan ekonomi khusus. Setelah ditetapkan, pemerintah memiliki waktu tiga tahun untuk menentukan apakah kawasan itu siap beroperasi atau tidak. Jika belum rampung, maka pemerintah bisa memperpanjang tenggat maksimal dua tahun.

Kesembilan KEK tersebut yaitu: KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, KEK Sei Mangkei, KEK Mandalika, KEK Morotai, KEK Bitung, KEK Tanjung Api-Api, dan KEK Palu.

Kepala Bappaenas Bambang Brodjonegoro mengatakan untuk KEK Mandalika dan KEK Palu, sejumlah investor sudah dipastikan masuk. Palu kini memiliki tiga investor yakni PT Asbuton, Hong Thai, serta Sofi Agro. Ketiganya sudah memulai pembangunan pabrik.

Sementara untuk Mandalika, sudah ada tiga investor yang membangun hotel bintang lima, yakni Pullman Hotel, Royal Tulip, serta X2 Hotel. Targetnya tahun 2025 khusus Mandalika investasi pelaku usaha bisa mencapai Rp 28,64 triliun.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

SBY-Mega Hadiri Peringatan Kemerdekaan

  • Menkeu: Gaji PNS Tak Naik!
  • Ditembak Pemburu, Seekor Gajah di Aceh Besar Luka Parah
  • Real Madrid Angkat Trofi Piala Super Spanyol

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR