Terduga Teroris Berencana Ledakkan Bom Kimia ke Mako Brimob dan Istana Negara

"Bom ini bukan bom yang meledak seperti bom panci, yang meledak mengeluarkan paku-paku. Yang ini kalau meledak tidak terlalu besar tetapi berdampak pada udara, bisa mengakibatkan kulit rusak."

Selasa, 15 Agus 2017 20:24 WIB

Aparat kepolisian berjaga di sekitar lokasi penangkapan terduga teroris anggota Jamaah Ansharut Daulah di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017). (Foto: KBR/Arie Nugraha)

KBR, Bandung - Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Bandung Jawa Barat. Di lokasi itu juga ditemukan bom kimia mematikan. Ternyata, mereka belajar meracik bom kimia dengan pimpinan kelompok teroris ISIS Bahrun Naim menggunakan aplikasi Telegram.

Juru bicara Polda Jawa Barat, Yusri Yunus mengatakan melalui aplikasi Telegram, Bahrun Naim mengirimkan alamat situs pribadinya yang berisi tata cara meracik bom kimia dan cara meledakkannya.

Beruntung, sebelum bom kimia racikan itu diledakkan, para terduga teroris itu ditangkap di kawasan Kecamatan Antapani dan Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017) pagi.

Yusri Yunus mengatakan bom kimia yang disimpan di rumah kontrakan salah seorang terduga teroris itu jika meledak berdampak parah terhadap tubuh.

"Jadi bom ini bukan bom yang meledak seperti bom panci, yang meledak mengeluarkan paku-paku. Yang ini tidak. Ini kalau meledak tidak terlalu besar tetapi berdampak pada udara, bisa mengakibatkan kulit rusak," kata Yusri Yunus di Kampung Jajaway Timur, Kelurahan Antapani, Kecamatan Antapani Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/8/2017).

Baca juga:


Yusri Yunus menjelaskan sistem peledakan bom kimia tersebut menggunakan alat pengendali (remote control) sebagai detonator. Terduga teroris berencana meledakkan bom kimia itu pada akhir Agustus ini dengan target Markas Korps Brimob Jakarta, Istana Negara dan petugas kepolisian pada akhir bulan ini.

Yusri mengatakan seluruh terduga teroris yang ditangkap di Antapani dan Kiaracondong, pernah mengajarkan membuat bom panci kepada terduga teroris lainnya di kawasan Buah Batu Bandung beberapa waktu lalu. Namun kata Yusri, bom panci itu meledak sebelum waktunya.

"Kalau inisial A cs mengajarkan Agus, tterduga teroris Buah Batu, membuat bom panci di Buah Buah Batu melalui media sosial Telegram," ujar Yusri.

Kepolisian menyatakan dua terduga teroris berperan sebagai penyandang dana serta dua lagi disebutkan sebagai pengajar ajaran radikal. Mereka pernah di deportasi dari Hongkong akibat hal serupa.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau