Temui Jokowi, Gubernur Banten Tagih Perbaikan Jalan

"Mana tanggung jawab provinsi dan mana tanggung jawab nasional. Termasuk jalan kalau di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur kan bagus-bagus jalannya. Kalau di Banten jelek, hampir 230 km. "

Kamis, 24 Agus 2017 13:02 WIB

Ilustrasi: Sejumlah mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi berunjuk rasa menuntut realisasi janji-janji Gubernur Banten terpilih Wahidin Halim di Alun-alun Serang, Senin (21/8). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Gubernur Banten Wahidin Halim meminta Presiden Joko Widodo memperbaiki jalan nasional yang rusak di wilayah Banten. Kata dia, jalan nasional merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Menurutnya, jalan nasional yang rusak di Banten panjangnya lebih dari 200 km. Perbaikan jalan ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Wahidin dan wakilnya Andika Hazrumy ketika bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana pagi ini. Ini merupakan pertama kali Wahidin-Andika menghadap Jokowi sejak dilantik Mei 2017 lalu.

"Saya ingin menyampaikan itu untuk berbagi saja. Mana tanggung jawab provinsi dan mana tanggung jawab nasional. Termasuk jalan kalau di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur kan bagus-bagus jalannya. Kalau di Banten (jalan nasional) jelek, hampir 230 km. Kalau jalan provinsi yang masih jelek 127 km," kata Wahidin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/8/2017).

Wahidin menambahkan, untuk jalan provinsi yang rusak akan diperbaiki dalam dua tahun ke depan. Anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,8 triliun

"Dua tahun ini akan kita selesaikan dengan Pak Andika. Jangan sampai Banten disebut terbelakang lah, tertinggal lah," ujar dia.

Selain itu, Wahidin juga menyampaikan keluhan jalan rusak daerah Lebak akibat aktivitas pabrik Semen Merah Putih, PT Cemindo Gemilang. Ia berharap Presiden meminta perusahaan untuk bertanggung jawab.

"Semen Merah Putih yang berapa kilometer kerusakan jalan sekitar, lalu masyarakat menuntut. Jadi kita berharap semen merah putih mau tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar," tutur Wahidin

Proyek strategis nasional, kata Wahidin, juga dibahas bersama Jokowi. Di Banten terdapat belasan proyek nasional, di antaranya pembangunan sejumlah jalan tol, pembangunan kereta api ekspres Soekarno Hatta - Sudirman, serta kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

KKP Gagal Capai Target Ekspor Ikan

  • HRW Usulkan 4 Isu Jadi Prioritas Dialog Jakarta Papua
  • Terduga TBC di Medan Capai Seribu Orang
  • Dalai Lama Luncurkan Aplikasi

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi