Teliti CAT Watuputih, ESDM Gali Karst Sedalam 150 Meter

"Rencana akhir bulan ini, sampai tanggal 30 atau 31 akan dicabut. Kami targetnya September ini harus selesai."

Senin, 28 Agus 2017 22:58 WIB

Gambaran Cekungan Air Tanah (CAT) Watuputih di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah. (Foto: ksp.go.id)

KBR, Jakarta - Kepala Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan Kementerian ESDM Andiyani menyatakan proses pengeboran kawasan karts Cekungan Air Tanah (CAT Watuputih) di Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah ditargetkan rampung pada akhir bulan ini.

Andiyani mengatakan pengeboran tersebut untuk mencocokkan kajian geofisika yang sebelumnya dilakukan sekaligus membuktikan keberadaan aliran air di bawah tanah.

Saat ini tengah berlangsung pengeboran ketiga. Sedangkan dua lubang lainnya telah rampung dibor dengan kedalamannya mencapai 150 meter.

"Sekarang kita masuk ke pengeboran ketiga. Untuk yang tahap kedua ini ada tahap geolistrik, geofisika, geokimia, pengeboran, dan kita akan melakukan thresher. Untuk pengeboran kita rencananya tiga titik, dan baru Rabu lalu pindah ke titik tiga. Rencana akhir bulan ini, sampai tanggal 30 atau 31 akan dicabut. Kami targetnya September ini harus selesai," kata Andiyani di kantor Kementerian ESDM, Senin (28/8/2017).

Andiyani menjelaskan pengeboran untuk mengecek kandungan inti karts biasanya sedalam 150 meter, seperti yang terjadi pada lubang bor pertama dan kedua. Namun, pada lubang ketiga, hingga hari ini kedalaman pengeborannya baru mencapai 62 meter di bawah tanah. Meski begitu, Andiyani mengatakan, tak masalah apabila pada akhir Agustus mendatang kedalamannya tak sampai 150 meter, karena lubang tersebut hanya untuk tambahan.

Pada pekan pertama September mendatang, tim akan membawa material dari lubang CAT Watuputih tersebut ke kantor Badan Geologi di Bandung. Di sana dibutuhkan waktu setidaknya dua pekan bagi tim geofisika, geokimia, dan geologi untuk mendeskripsikan dan menganalisis temuan CAT Watuputih, sebelum hasilnya diserahkan pada Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Andiyani berkata, pengeboran karts di kawasan CAT Watuputih merupakan perintah Presiden Joko Widodo setelah warga Pegunungan Kendeng meminta prosedur tersebut.

Metode kajian dengan cara mengebor kawasan karts, kata Andiyani, diperlukan untuk membuktikan keberadaan aliran air di bawah tanah. Pengeboran tersebut dikerjakan sekitar 70 orang, terdiri dari 40 tenaga dari Badan Geologi dan 30 orang dari warga sekitar pegunungan.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

Sidang Korupsi e-KTP, Setya Novanto Mengaku Sakit

  • Libur Natal dan Tahun Baru 2018, PT KAI Daop 3 Cirebon Siapkan Kereta Tambahan
  • Kim Jong-un Sesumbar Jadikan Korut Negara Nuklir Terbesar di Dunia
  • Thailand Takkan Jalin Kerjasama Perdagangan dengan Korea Utara