Tak Maksimal, Polisi akan Periksa Ulang Novel Baswedan

"Saudara Novel Baswedan karena kesehatan matanya hanya diperiksa sampai pukul 17.00."

Rabu, 16 Agus 2017 13:07 WIB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menunjukkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/7). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kepala Kepolisan Negara Republik Indonesia, Tito Karnavian menyatakan, pemeriksaan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan belum maksimal karena waktu yang terbatas. Saat itu kondisi Novel belum dalam kondisi benar-benar sehat.

"Terkait ini yang bersangkutan sudah diperiksa, namun belum maksimal karena waktunya terbatas. Saudara Novel Baswedan karena kesehatan matanya hanya diperiksa sampai pukul 17.00. Setelah itu nanti ada operasi mata untuk yang bersangkutan. Nanti setelah operasi kami minta keterangan lagi," kata Tito di Komplek Parlemen RI, Rabu (16/08/17).

Penyelidikan perkara penyerangan menggunakan air keras terhadap Novel, kata Tito, dilakukan bersama-sama dengan tim KPK. Ia mengklaim, Polri sudah bertemu dengan Komisioner KPK untuk menyusun langkah-langkah penyelidikan yang akan dilakukan bersama.

"Misalnya tentang beberapa orang yang sudah kami amankan. Ini saya minta diklarifikasi dan dikonfirmasi oleh KPK," ujarnya.

Menurut Tito, KPK memiliki kemampuan lapangan yang tidak kalah dengan Kepolisian. Ia mengajak tim KPK untuk bersama-sama mengklarifikasi bahan-bahan penyelidikan untuk dikembangkan, rekaman CCTV dan lain sebagainya.

"Prinsip Polri membuka akses seluas-luasnya kepada tim KPK," kata Dia.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.