Presiden Siap Terima Keluarga Novel Baswedan

"Malah Presiden mention sebaiknya sama ibunya juga. Ibunya sama istrinya,"

Senin, 21 Agus 2017 13:35 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan jelang operasi mata. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo bersedia bertemu dengan istri penyidik KPK Novel Baswedan. Juru bicara Presiden Johan Budi mengatakan, Jokowi meminta agar bertemu tak hanya dengan istri Novel, tetapi juga ibunya.

Johan belum bisa memastikan kapan pertemuan akan berlangsung.

"Saya sih sudah sampaikan ke Presiden. Nanti dilihat waktunya. Kan Novel sekarang kan masih operasi dan butuh keluarganya juga kan. (Respon Presiden?) Ya itu, tidak masalah. Kan permintaannya bertemu untuk menyampaikan ucapan terima kasih karena dibantu, gitu gitu kan. Dan malah Presiden mention sebaiknya sama ibunya juga. Ibunya sama istrinya," kata Johan Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/8/2017).

Sebelumnya, Istri Novel Baswedan telah mengirimkan surat permohonan untuk bertemu Presiden Jokowi. Surat itu sudah diserahkan Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh

Belum Temukan Pelaku Penyiraman Novel, Polisi Klaim Sudah Banyak Kemajuan

  • Dialog Jakarta Papua, Pemerintah Diminta Tak Abaikan Suara ULMWP
  • Dibanding Pekan Lalu, Pasien Difteri di RSPI Meningkat Nyaris Tiga Kali Lipat
  • 7 Narapidana Kabur Usai Potong Teralis Besi Lapas Binjai

Kemiskinan, konflik senjata, norma budaya, teknologi komunikasi modern, kesenjangan pendidikan, dan lain-lain. Kondisi-kondisi ini membuat anak rentan dieksploitasi