Polisi: Pemeriksaan Novel Tidak Menunjukkan Apapun

"Kami sudah mencari-cari di BAP, dia tidak ada menunjukan petunjuk. Pertanyaan terkait jenderal polisi juga dimasukkan dalam BAP, tapi dia tidak menjawab siapa itu," kata Argo.

Senin, 28 Agus 2017 17:18 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan menjelang operasi mata di RS Singapura, Kamis (17/8/2017). (Foto: ANTARA/Desca Lidya)

KBR, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) masih mendalami berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru bicara Polda Metro Jaya Argo Yuwono mengatakan berdasarkan hasil kajian sementara terhadap BAP Novel Baswedan, polisi belum menemukan petunjuk apapun.

Bahkan, kata Argo, Novel juga tidak menyebut nama salah satu jenderal polisi yang sebelumnya dicurigai terlibat teror terhadap Novel.

"Kami sudah mencari-cari di BAP, dia tidak ada menunjukan petunjuk. Pertanyaan terkait jenderal polisi juga dimasukkan dalam BAP, tapi dia tidak menjawab siapa itu," kata Argo kepada KBR, Senin (28/8/2017).

Argo mengatakan dalam BAP yang dilakukan itu, Novel hanya menjelaskan kronologi kejadian saat ia disiram air keras oleh dua orang pada pagi subuh, Selasa, 11 April 2017. Namun ketika ditanya mengenai pernyataan Novel di beberapa media, Novel tidak menjawab pasti pertanyaan polisi tersebut.

"Ya hanya kronologinya saja. Belum ada kecurigaan terhadap pihak lain. Jadi kita tunggu saja," kata Argo.

Terkait sketsa yang sudah dimiliki kepolisian, Argo Yuwono mengatakan sketsa tersebut bukan berarti sketsa pelaku, karena sketsa tersebut dibuat dari keterangan saksi yang menunjukan ada beberapa orang berdiri di lokasi kejadian pada beberapa waktu yang berbeda.

"Itu bukan sketsa pelaku, tapi sketsa berdasarkan keterangan saksi yang melihat ada orang berdiri di TKP pada H-1,  ada juga yang dateng H-5, atau sehari sebelum kejadian. Intinya itu orang asing di daerah itu," ujar Argo.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Demi Kesetaraan, Kemenhub Berkeras Batasi Tarif Taksi Online

  • Kasus Hakim Praperadilan Setnov Segera Masuk Sidang Panel KY
  • Kasus Pribumi, Polri Masih Kaji Laporan terhadap Anies Baswedan
  • Pernikahan Usia Anak di NTB Masih Tinggi