Polisi Kekurangan Bukti untuk Ungkap Pemesan Fitnah Saracen

"Karena dunia maya dan transaksinya juga tidak semua melalui dunia maya, ada yang kopdar. Dan sekarang penyidik masih sedang melacak transaksi-transaksi itu,"

Jumat, 25 Agus 2017 14:28 WIB

3 tersangka sindikat fitnah siber, Saracen. (Sumber: Mabes Polri)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Tim Penyidik Tindak Pidana Siber, Bareskrim Polri masih kesulitan untuk mengungkap siapa pemesan jasa sindikat penjual jasa fitnah Saracen. Juru Bicara Mabes Polri, Awi Setiyono mengatakan, penyidik masih belum cukup bukti untuk mengungkap para pelaku.

Awi mengatakan, saat iniĀ  baru petunjuk pada proposallah yang mengindikasikan adanya pemesanan yang dilakukan pihak luar.

"Tentunya perlu melakukan penyidikan yang lebih dalam untuk melengkapi alat buktinya. Ini tidak mudah ya, karena dunia maya dan transaksinya juga tidak semua melalui dunia maya, ada yang kopdar. Dan sekarang penyidik masih sedang melacak transaksi-transaksi itu," katanya saat ditemui di Mabes Polri, Jumat (25/08/17).

Awi menambahkan, saat ini tim penyidik masih melakukan pemeriksaan digital forensik yang sudah disita dari kelompok Saracen. Saat ini, baru 27 gigabite data yang terperiksa dari 120 gigabite data yang ada di harddisk yang disita.

"Jadi masih terus ditelusuri dan didalami. Dan terakhir pemanggilan kepada nama yang tercatut dalam struktur akan segera dilakukan," jelasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang