PLN Sepakati Beli Gas Pertamina Jambaran Tiung

"Saya juga appreciate PLN, yang mau meng-consider bahwa dengan 7,6 at least katanya BPP tidak naik,"

Rabu, 09 Agus 2017 08:44 WIB

Ilustrasi (sumber: Pertamina Cepu)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina menandatangani kesepakatan (head of agreement) pembelian gas di lapangan Jambaran Tiung Biru (JBT). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, PLN bakal membeli gas dari Pertamina seharga US$ 7,6 dolar Amerika perMMBTU. Harga ini flat atau tetap sama selama kontrak 30 tahun dari 2020 hingga 2050. 

Rencananya Gas akan digunakan PLN untuk pembangkit listrik di wilayah Gresik, Jawa Timur.

"Akhirnya harganya sepakat dengan PLN, flat sepanjang tahun sampai kontrak berakhir, itu adalah 7,6/mmtu flat 30 tahun. Dan ini saya juga appreciate PLN, yang mau meng-consider bahwa dengan 7,6 at least katanya BPP tidak naik," kata Arcandra Tahar di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dengan kesepakatan ini, proyek pengembangan lapangan gas Jambaran Tiung Biru bisa dilanjutkan. Sebelumnya proyek yang dicanangkan sejak 2015 ini terhambat lantaran harga jual gas yang terlalu tinggi.

Arcandra menuturkan, awalnya harga gas dipatok US$ 9 perMMBTU. Ini lantaran anggaran rencana pengembangannya (plan of development) membengkak hingga US$ 250 miliar. PLN tak mampu membeli gas seharga itu. Alhasil, anggaran pengembangan terus dipangkas sampai US$ 155 miliar. Harga gas di hulu kemudian bisa turun sesuai harapan yakni di bawah US$ 8 perMMBTU.

Namun, langkah ini menyebabkan mitra Pertamina di JBT, Exxon Mobil hengkang. Arcandra mengatakan, setelah berunding, Exxon bersedia melepaskan sahamnya kepada Pertamina.

"Akhirnya Exxon bersedia dengan harga sekian mau menerima tawaran Pertamina. Sehingga Pertamina memiliki Jambaran Tiung Biru di hulunya 100 persen,"

Arcandra meminta Pertamina segera merampungkan infrastruktur pipa gas Gresik-Semarang. Pertamina menjanjikan pembangunan pipa rampung pada 2018. Arcandra yakin kesepakatan Pertamina - PLN akan memberi keuntungan bagi masyarakat

"Yang kita harapkan strategi ke depan adalah bagaimana caranya gas itu menjadi penggerak ekonomi, bukan lagi sebagai komoditi yang kita jual selesai," ujar Arcandra.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR