Pelatih Hilang Entah Kemana, Klub Peserta Liga 1 Lapor Imigrasi dan Polisi

Sekretaris Umum Persiba Balikpapan Irvan Taufik mengatakan mereka akan membuat laporan ke imigrasi karena pelatih asal Bosnia itu menghilang dan tak diketahui keberadaannnya.

Kamis, 10 Agus 2017 15:42 WIB

Pelatih kepala klub sepakbola Persiba Balikpapan Milomir Seslija (kaus kuning). (Foto: KBR/Teddy Rumengan)

KBR, Balikpapan – Klub Liga 1 Persiba Balikpapan Kalimantan Timur melaporkan pelatih kepala Milomir Seslija ke Kepolisian Resort Kota Balikpapan, Kamis (10/8/2017).

Sekretaris Umum Persiba Balikpapan Irvan Taufik mengatakan mereka membuat laporan ke imigrasi karena pelatih asal Bosnia itu menghilang dan tak diketahui keberadaannnya. Kontak dengan Milomir terputus sejak Rabu (9/8/2017).

Irvan mengatakan laporan itu disampaikan ke polisi, agar polisi mengetahui jika terjadi sesuatu. Irvan memastikan laporan itu bukan pidana. Milomir merupakan pelatih yang dikontrak Persiba hingga akhir kompetisi Liga 1, yakni 10 Desember 2017.

"Karena itu kami ke Polres menyampaikan surat melaporkan bahwa kami kehilangan karyawan. Karena kami tidak tahu berada dimana posisinya sekrang," kata Irvan Taufik usai membuat laporan ke Polres Balikpapan, Kamis (10/8/2017).
 
Selain melapor ke polisi, kata Irvan, Persiba Balikpapan juga akan melaporkan Milomir ke otoritas imigrasi, PSSI dan PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi. Laporan ke Imigrasi akan dilakukan Jumat (11/8/2017) besok.

"Dalam klausul kontrak, kami mengontraknya sampai akhir kompetisi Liga 1 2017, itu yang harus diketahui. Kontrak itu alat yang paling kami hormati dalam kesepakatan antara Persiba Balikpapan dengan pelatih," kata Irvan Taufik.



Irvan menambahkan jika ada klub Liga 1 yang ingin mengontrak Milomir lebih baik berpikir dua kali. Karena Persiba Balikpapan tidak akan pernah melepasnya.

Milomir sempat dikabarkan akan menukangi Persib Bandung dengan nilai kontrak yang tinggi, pasca ditinggal Djajang Nurjaman yang mengundurkan diri.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1