Mobil Raja Solo Dicuri di Istana, Polisi Tangkap Adik Permaisuri

"Tetap kita jerat, semula pasal 363 pencurian, kita ubah jadi pasal 367 KUHP Pencurian dalam rumah tangga,"

Senin, 28 Agus 2017 11:52 WIB

Polisi menunjukkan mobil raja Solo yang dicuri adik permaisuri. (Foto: KBR/Yudha S.)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Solo- Kepolisian Kota Solo, Jawa Tengah menangkap pelaku pencurian mobil milik raja   Kraton Kasunanan Solo, Pakubuwono 13. Wakapolresta Solo, Andy Rifai mengatakan pelaku adalah  adik kandung permaisuri  Kraton Kasunanan Solo dengan  motif ekonomi.

Menurut Andy, meski masih kerabat permaisuri  Kraton Kasunanan Solo, pelaku dijerat pasal pencurian.

“Dari hasil penyelidikan kita, setelah menemukan mobil yang dicuri, kita menangkap pelaku pencurian, kita tangkap di Sukoharjo. Dari hasil itu, kita cek identitas pelaku, ternyata masih adik kandung korban. Korban adalah permaisuri Raja Kraton Solo. Meski adik kandung permaisuri raja Kraton Solo, ya tetap kita jerat, semula pasal 363 pencurian, kita ubah jadi pasal 367 KUHP Pencurian dalam rumah tangga," ujar Wakapolresta Solo, Andy Rifai, Senin (28/08).

Polisi menyita berbagai barang bukti antara lain mobil yang dicuri, sejumlah plat nomor palsu, BPKB, STNK, onderdil mobil, dan dokumen Kraton Kasunanan Solo. Pelaku saat ini ditahan di Mapolresta Solo.

Sebelumnya mobil pribadi milik Raja dan permaisuri Kraton Kasunanan Solo hilang di garasi kediaman di kompleks Kraton Kasunanan Solo. Mobil berplat nomor AD 7220 AH warna merah hilang sejak 3 Juli 2017. Mobil   ditemukan di Kawasan Pasar Gedhe Solo pertengahan bulan ini.
 
Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut