Menteri LHK: Reklamasi Pulau C-D-G Teluk Jakarta Bisa Dilanjutkan, Asal...

"Kalau Pulau C dan D sudah hampir selesai. Kalau dia mau menyelesaikan persyaratan dengan baik, maka moratorium dicabut."

Jumat, 18 Agus 2017 19:53 WIB

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (19/7/2017). (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan perbaikan Analisis Masalah Dampak Lingkungan (Amdal) reklamasi Pulau C dan D di Teluk Jakarta sudah hampir selesai. Namun masih ada syarat yang belum terpenuhi.

Siti Nurbaya mengatakan syarat yang masih harus dipenuhi oleh pengembang PT Kapuk Naga Indah dan pemerintah Jakarta adalah terkait integrasi sosial. Misalnya memastikan solusi bagi para nelayan agar tidak dirugikan dengan proyek reklamasi. Apabila hal ini terpenuhi, maka reklamasi di pulau tersebut bisa dilanjutkan.

"Kalau Pulau C dan D sudah hampir selesai. Kalau dia mau menyelesaikan persyaratan dengan baik, maka moratorium dicabut. Kalau yang pulau C dan D kan tinggal integrasi sosialnya. Itu kan kuncinya di Pemda juga. Bukan hanya di pengembang. Pokoknya yang penting akomodasikan persoalan-persoalan sosialnya, integrasikan di dalam perencanaan dan mitigasi dampaknya," kata Siti Nurbaya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Baca: Moratorium Reklamasi, Kapal Pengembang Masih Beroperasi di 3 Pulau  
 
Mengenai Pulau G, Menteri Siti Nurbaya memperkirakan moratorium masih akan lama diberlakukan. Ini lantaran perbaikan Amdal Pulau G lebih kompleks. Kata dia, pengembang PT Muara Wisesa Samudra harus memastikan teknologi untuk mengatur kabel listrik dan pipa gas di bawah laut. Selain itu, satu syarat lain terkait integasi sosial.

"Kalau pengembangnya bisa menyelesaikan interaksinya dengan BPPT, soal teknologi kabel-kabel laut itu. Juga soal syarat integrasi sosialnya yang mirip dengan pulau C dan D. Kalau dia bisa menyelesaikan Amdalnya ini maka moratorium bisa dicabut," kata Siti Nurbaya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang