Menkominfo: Sudah Waktunya Satelit Telkom 1 Diganti

"Satelit itu sudah uzur. Umumnya masa operasi satelit kan sekitar 15 tahunan. Mungkin ada perjanjian khusus antara Telkom dan pihak manufaktur," kata Rudiantara, Senin (28/8/2017).

Senin, 28 Agus 2017 14:17 WIB

Ilustrasi. (Foto: lapan.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan sudah waktunya Telkom mempertimbangkan penggantian satelit Telkom 1. Pernyataan itu disampaikan menanggapi gangguan satelit yang berdampak pada dunia perbankan selama dua hari, pada akhir pekan lalu.

Rudiantara mengatan satelit Telkom 1 sudah beroperasi selama 18 tahun. Sedangkan umur satelit biasanya hanya efektif 15 tahun.

"Satelit itu sudah uzur. Umumnya masa operasi satelit kan sekitar 15 tahunan. Mungkin ada perjanjian khusus antara Telkom dan pihak manufaktur," kata Rudiantara, Senin (28/8/2017).

Rudiantara mengatakan seluruh operator satelit harus memiliki prosedur cadangan jika terjadi gangguan pada satelit. Meskipun setiap satelit sudah diasuransikan, kata Rudiantara, risiko yang ada juga tidak bisa disepelekan.

Satelit Telkom 1 yang sudah bekerja sejak 12 Agustus 1999 mengalami gangguan, mengakibatkan layanan sejumlah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bermasalah.

Beberapa ATM mengalami gagal sambung jaringan (offline) selama dua hari, terhitung Jumat (25/8/2017) hingga Sabtu(26/8/2017).

PT Telkom menyatakan satelit Telkom 1 sempat mengalami anomali (penyimpangan) pada Jumat (25/8/2017) sore hari yang berakibat pada pergeseran antena. Hal ini mengakibatkan semua layanan transponder satelit Telkom 1 terganggu.

PT Telkom berusaha memulihkan posisi satelit Telkom 1 dengan melibatkan perusahaan Lockheed Martin Commercial Space System, perusahaan yang membuatkan satelit bagi Telkom itu. Pemulihan memakan waktu hingga Sabtu sore.

Untuk langkah darurat, Telkom terpaksa mengalihkan sejumlah pelanggan ke transponder satelit lain termasuk satelit Telkom 3S yang diluncurkan 15 Februari 2017 lalu. Secara bertahap, Telkom melakukan migrasi pelanggan dari satelit Telkom 1 ke satelit lain.

Pada April 2017 lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah memerintahkan kepada PT Telkom agar bersiap meluncurkan satelit Telkom 4 untuk menggantikan satelit Telkom 1. Satelit Telkom 4 rencananya diluncurkan pada 2018 mendatang.

Rini Soemarno juga memerintahkan PT Telkom untuk mengakuisisi slot orbit satelit yang saat ini sudah ditinggalkan atau tidak dikelola dengan baik oleh salah satu operator telekomunikasi swasta.

Kebutuhan transponder satelit di Indonesia saat ini sekitar 300 transponder. Namun, saat ini baru terpenuhi 50 persen, yang dilayani PT Telkom dan perusahaan domestik lain.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Aparat Keamanan Dicurigai Selundupkan Pendulang Emas ke Kawasan Freeport

  • Belasan Bagang Ikan di Perairan Ambalat Dirusak Gelombang
  • Myanmar-Bangladesh Sepakat Repatriasi Pengungsi dalam Dua Bulan
  • Kasus Perkosaan, Eks Pemain AC Milan Robinho Dihukum Penjara

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"