Menkominfo: Jack Ma Bukan Satu-satunya Penasihat e-Commerce Indonesia

"Saya bicara dengan Jack Ma dan meminta dia memikirkan pengembangan SDM di Indonesia. Talenta kita short, sedikit. Banyak e-commerce harus ambil brain-nya dari India."

Senin, 28 Agus 2017 14:51 WIB

Ilustrasi. (Foto: web.kominfo.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan CEO Alibaba Group Jack Ma merupakan sosok yang tepat untuk membantu menjadikan perdagangan elektronik (e-commerce) Indonesia bisa bersaing secara global.

Jack Ma ditunjuk sebagai penasihat e-Commerce Indonesia. Menurut Rudiantara, kapasitas Jack Ma sudah diakui dunia internasional.

Karena itu, saat bertemu di Beijing, Tiongkok, pekan lalu, Rudiantara meminta Jack Ma membantu mengembangkan sumber daya manusia di Indonesia.

"Saya bicara dengan Jack Ma dan meminta dia memikirkan pengembangan SDM di Indonesia. Talenta kita short, sedikit. Banyak e-commerce harus ambil brain-nya dari India," kata Rudiantara di Kompleks Senayan Jakarta, Senin (28/8/2017).

Rudiantara mengatakan keterlibatan Jack Ma sebagai penasehat tidak akan menimbulkan konflik kepentingan dalam penyusunan aturan e-commerce. Jack Ma hanya memberikan pendapat kepada panitia (steering committee) penyusunan peta jalan perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia.

Rudiantara menegaskan kebijakan terakhir tetap berada di tingkatan menteri. Ia memastikan Jack Ma tidak bisa ikut campur dalam tahap keputusan kebijakan.

Menurut Rudiantara, Jack Ma juga bukan satu-satunya ahli yang akan dimintai pendapat oleh pemerintah. Namun ia tidak menyebut nama-nama lain yang kemungkinan juga akan dimintai pendapatnya.

"Jack Ma mengatakan, 'Saya datang ke Indonesia sebagai pribadi, bukan sebagai korporasi Tiongkok'," kata Rudiantara.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemenang Tender Beberkan Nama Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla

  • 100 Hari Anies-Sandi, FPDIP Anggap Kebijakan Penataan Tanah Abang Paling Bermasalah
  • AS Tuding Rusia Terlibat Serangan Kimia Suriah
  • Barcelona Siapkan Nomor 7 untuk Griezmann, Bukan Coutinho

Susu menjadi asupan makanan penting pertama yang dikonsumsi manusia dan diperlukan manusia sepanjang hidup, bukan hanya ketika bayi dan balita saja.