Mendikbud: Dari 34 Provinsi, Baru DKI yang Anggarkan 20 Persen APBD untuk Pendidikan

Lima provinsi dengan anggaran pendidikan tertinggi adalah DKI (22,3 persen), Kalimantan Selatan (9,8 persen), Yogyakarta (9,7 persen), Kepulauan Riau (9,6 persen), dan Maluku Utara (9,2 persen).

Rabu, 23 Agus 2017 21:48 WIB

Ilustrasi. Siswa belajar di ruang kelas darurat di SD Negeri Mulyosari Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (23/8/2017). Sudah 6 tahun mereka belajar secara darurat karena keterbatasan bangunan kelas. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyoroti alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagian besar daerah untuk pos pendidikan yang masih terlalu kecil.

Muhadjir mengatakan bahkan hampir tidak ada daerah yang mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari anggaran totalnya, sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003.

"Belum ada satu pun provinsi yang menganggarkan 20 persen untuk pendidikan, kecuali DKI Jakarta. Yang kedua Kalimantan Selatan, itu pun baru 9 persen. Jawa Timur kurang dari 3 persen. Terendah itu Papua," ujar Muhadjir di Jakarta, Rabu (23/8/2017).

Berdasarkan data Neraca Pendidikan Daerah, lima provinsi dengan anggaran pendidikan tertinggi adalah DKI Jakarta (22,3 persen), Kalimantan Selatan (9,8 persen), Yogyakarta (9,7 persen), Kepulauan Riau (9,6 persen), dan Maluku Utara (9,2 persen).

Sedangkan daerah dengan anggaran pendidikan terkecil adalah Jawa Timur dan Papua. Jawa Timur hanya memberikan 1,7 persen, sementara Papua hanya 1,4 persen dari total APBD untuk sektor pendidikan.

UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mewajibkan dana pendidikan selain gaji pendidikan dan biaya pendidikan kedinasan minimal dialokasikan sebesar 20 persen dari APBN dan APBD.

Baca juga:

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang