KPK: Novel Siap Diperiksa, Kami Tunggu Surat Resmi Polisi

"Kami sekarang menunggu surat resmi dari Polri karena tentu untuk pemeriksaan itu ada surat yang perlu kami terima, setelah itu kita koordinasikan untuk menentukan waktu pemeriksaannya."

Jumat, 11 Agus 2017 16:55 WIB

Ilustrasi. (Foto: Twitter @KPK_RI)

KBR, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mempertanyakan komitmen Markas Besar Kepolisian Indonesia dalam mengusut kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan hingga saat ini Mabes Polri belum juga mengirimkan surat izin resmi untuk memeriksa Novel Baswedan yang kini sedang dirawat di Singapura.

Febri mengatakan, permintaan izin pemeriksaan terakhir kali disampaikan saat Kapolri Tito Karnavian menyambangi gedung KPK beberapa waktu lalu.
 
Febri mengatakan KPK sudah berkomunikasi dengan Novel, agar proses pemeriksaan bisa segera dilakukan.

"Prinsipnya, Novel sudah siap diperiksa. Baik Novel ataupun bagi KPK. Kami juga sudah koordinasi dengan Polri. Kami sekarang menunggu surat resmi dari Polri karena tentu untuk pemeriksaan itu ada surat yang perlu kami terima, setelah itu kita koordinasikan untuk menentukan waktu pemeriksaannya," kata Febri Diansyah di Kantor KPK, Jakarta, Jumat (11/8/2017).

Baca juga:


Febri mengatakan surat resmi tersebut sangat dibutuhkan mengingat ini berkaitan dengan dua lembaga negara.

Selain itu, kata Febri, surat itu juga bakal menjadi landasan bagi tim dokter yang menangani Novel terutama kesiapan secara medis kapan Novel menjalani pemeriksaan.

Febri memastikan proses pemeriksaan dari kepolisian terhadap Novel di Singapura akan didampingi satu orang pimpinan dan satu orang penyidik KPK.

"Nanti akan kami atur lagi, yang pasti pimpinan dan penyidik ke sana untuk mendampingi," ucapnya.

Terkait perkembangan kesehatan mata kiri Novel, Febri mengatakan, tim dokter masih mempertimbangkan tindakan operasi besar terhadap mata sebelah kiri penyidik senior KPK tersebut. Hal itu disebabkan karena jaringan kornea yang sebelumnya sempat menunjukan perkembangan yang positif, beberapa hari terakhir tidak terjadi lagi.

"Waktu pastinya sedang disesuaikan, karena Novel akan lakukan operasi besar di matanya dalam rentang tengah bulan Agustus ini. Kami akan carikan jadwal yang tepat agar pemeriksaan berjalan baik," tambahnya.

Sebelumnya, Kepolisian Indonesia menyebut Novel belum mau diperiksa oleh penyidik Polda Metro Jaya untuk mengungkap kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK itu.

Bahkan, menurut Juru bicara Mabes Polri Martinus Sitompul, Novel pernah menolak rencana penyidik Polda Metro Jaya mendatangi Novel di Singapura. Padahal polisi hanya meminta beberapa jam saja untuk memeriksa Novel.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.