Kota Berastagi Sumut Tertutup Abu Vulkanik

"Puncak Gunung Sinabung masih tertutup kabut," tuturnya.

Senin, 07 Agus 2017 14:23 WIB

Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Rabu (2/8/2017). (Foto: ANTARA/Maz Yons)

KBR, Karo - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meluncurkan awan panas. Kali ini, erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah Tenggara-Timur dengan tinggi kolom 2.700 meter. Luncuran awan panas terjadi Senin (7/8/2017) pukul 10.17 WIB.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Sinabung, Armen Putra mengatakan sejak Senin (7/8/2017) pukul 00.00 WIB hingga pukul 11.30 WIB, Sinabung sudah erupsi sebanyak tiga kali. Erupsi tertinggi 2.700 meter dengan arah abu mengarah ke Kota Berastagi, Kabupaten Karo.  

"Kota Berastagi diselimuti abu vulkanik yang tidak terlalu tebal. Masih dalam kategori tipis karena arah angin tidak begitu kencang, namun tetap diimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka," kata Armen kepada KBR, Senin (7/8/2017).

Armen meminta warga selalu mematuhi imbauan-imbauan yang telah dikeluarkan otoritas penanggulangan bencana serta BMKG untuk menjauhi zona merah. Hal ini dikarenakan status Gunung Sinabung yang berada pada Awas level IV.

Saat ini jarak pandang dari Pos Pemantau PVMBG ke Gunung Sinabung terpantau sedikit tertutup kabut. Pos Pemantau itu berada di Desa Dokum Sirga, Kecamatan Simpang Empat dengan jarak ke Gunung Sinabung sekitar sembilan kilometer.

"Puncak Gunung Sinabung masih tertutup kabut," tuturnya.



(Seorang siswa berada di atas bus dalam suasana hujan abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/8/2017). (Foto: ANTARA/Tibta Peranginangin)
 
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Peranginangin menjelaskan Kota Berastagi diselimuti abu vulkanik dari Gunung Sinabung sejak pagi tadi. Hal ini dikarenakan arah angin yang berhembus ke kota wisata tersebut.

"Saat ini kondisi di Berastagi berdebu. Kita juga sedang melaksanakan penyiraman, sekalian bagikan masker ke warga yang beraktivitas di luar ruangan," kata Natanail.

Mengenai kabar BPBD Karo kekurangan logistik beberapa waktu lalu, Natanail menegaskan saat ini kekurangan tersebut perlahan mulai berdatangan. Jumlah pengungsi Sinabung mencapai angka 2.100 jiwa.

"Kita masih mengharapkan bantuan berupa obat tetes mata dan alat-alat kebersihan para pengungsi seperti sabun cuci, serta sabun mandi," kata Natanail.

Aktivitas erupsi Gunung Sinabung sebelumnya sempat mereda pada Rabu (2/8/2017) lalu. Meski begitu, BPBD Kabupaten Kare meminta warga tetap menjauhi zona merah.

Saat itu semburan abu vulkanik mengarah ke Kabupaten Kabanjahe, hingga banyak sekolah diliburkan karena abu vulkanik cukup tebal menyelimuti daerah itu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing