Kornea Membaik, Novel Baswedan Batal Operasi Mata

"Sekarang masih proses pemeriksaan, tapi ada perkembangan mata kiri yang awalnya direncakan operasi jaringan karena sudah mati, ada perkembangan tidak ada operasi karena ada kondisi membaik."

Rabu, 02 Agus 2017 21:24 WIB

Novel Baswedan. (Foto: Akun Twitter @KPK_RI/Publik Domain)

KBR, Jakarta - Tim dokter di Rumah Sakit Singapura batal mengoperasi mata kiri penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Sebelumnya, ada rencana dokter mengoperasi mata kiri Novel yang rusak parah akibat serangan teror siraman air keras. Hal itu disebabkan jaringan mata kiri Novel sudah tidak tumbuh hingga hanya berwarna putih. Novel rencananya akan dioperasi dengan metode pencangkokan dari gusi.

Namun, Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan menurut keterangan tim dokter, mata kiri yang sebelumnya dalam kondisi cukup parah kini sudah mengalami perbaikan.

Jaringan kornea mata Novel, kata Febri, dalam beberapa hari terakhir mengalami pertumbuhan cukup signifikan.

"Sekarang masih proses pemeriksaan, tapi ada perkembangan mata kiri yang awalnya direncakan operasi jaringan karena sudah mati, ada perkembangan tidak ada operasi karena ada kondisi membaik," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (2/8/2017).

Baca juga:


Febri mengatakan sampai saat ini serangkaian pemeriksa intensif terhadap kedua mata Novel masih terus dilakukan.

Terkait perkembangan pengusutan kasus penyerangan terhadap Novel, kata Febri Diansyah, KPK terus mendesak dan berharap ada keseriusan dari aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku lapangan maupun aktor intelektual. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah memanggil secara khusus Kapolri Tito Karnavian dan membahas kasus Novel.

"Setelah pertemuan Presiden kemarin dengan Kapolri, KPK berharap ada kemajuan yang signifikan apa yang perlu pemeriksaan," ucapnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.