Kelangkaan Garam, Pemerintah Belum Berencana Beri Izin Impor

"Itu urusan PT Garam, saya hanya memberi izin impornya. Izin impornya sudah diberikan."

Kamis, 10 Agus 2017 13:53 WIB

Ilustrasi: Petambak garam. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Pemerintah belum memutuskan apakah akan kembali membuka keran impor garam tahun ini atau tidak. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, hal itu tergantung bagaimana permintaan pasar di waktu mendatang.

Menurut dia, izin impor untuk PT Garam sebanyak 75 ribu ton masih mencukupi sampai akhir tahun.

Enggar mengatakan, komoditas yang didatangkan dari Australia tersebut akan masuk secara bertahap. Ia belum mengetahui apakah pasokan garam sebanyak 25 ribu ton yang direncanakan masuk hari ini sudah sampai di Pelabuhan Ciwandan, Banten.

"Itu urusan PT Garam, saya hanya memberi izin impornya. Izin impornya sudah diberikan. Saya belum cek apakah sudah masuk atau belum. Alhamdulillah kalau sudah masuk. Harusnya hari ini tanggal sepuluh. Nanti saya cek," kata Enggar di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (10/07/17).

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengeluarkan izin impor untuk PT Garam sebanyak 75 ribu ton dari Australia. Garam impor tersebut direncanakan masuk ke Pelabuhan Ciwandan Banten sebanyak 25 ribu ton hari ini. Lalu sisanya akan dipasok ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 27.500 ton pada 11 Agustus 2017 dan ke Pelabuhan Belawan Medan sebanyak 22.500 ton pada 22 Agustus 2017.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1