Dicopot, Menteri Yasonna Batalkan Promosi Kalapas Nusakambangan

"Kalau di bawahnya lagi diteliti siapa, kan banyak. Kalapas sebenarnya dia sudah selesai. Dia mau dipromosi dipindahkan ke Lampung apa Bengkulu. Ya sudahtidak jadi, batal,"

Kamis, 03 Agus 2017 16:06 WIB

Ilustrasi: Kalapas Narkotika Nusakambangan Agus Heryanto menunjukkan barang bukti sabu-sabu seberat 30 gram dan 38 butir ekstasi, serta enam buah handphone, yang diselundupkan ke Lapas Narkotika Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng, Kamis (13/7). (Foto:

KBR, Jakarta- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mencopot  Kepala Penjara  Batu, Nusakambangan Abdul Aris. Pencopotan ini menyusul terungkapnya penyelundupan 1,2 juta ekstasi yang diduga dikendalikan dari Nusakambangan. Akibat pencopotan ini, Abdul Aris juga batal dipromosikan sebagai kalapas daerah Sumatera. Selain Kalapas, Menteri   Yasonna Laoly  juga mencopot kepala satuan pengamanan lapas (KPLP).

"Ya memang konsekuensinya begitu. Siapa pun itu, apa pun itu harus bertanggung jawab dari bawah. Kalau di bawahnya lagi diteliti siapa, kan banyak. Kalapas sebenarnya dia sudah selesai. Dia mau dipromosi dipindahkan ke Lampung apa Bengkulu. Ya sudahtidak jadi, batal," kata Yasonna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/8/2017).

Yasonna mengungkapkan upaya pemerintah untuk mencegah jaringan narkoba yang dikendalikan dari lapas. Salah satunya dengan menetapkan empat lapas yang akan dijadikan penjara khusus untuk bandar narkoba. Yakni, Lapas Gunung Sindur di Bogor, Lapas Langkat di Sumatera Utara, Lapas Batu Nusakambangan, dan Lapas Asongan di Kalimantan Tengah.

Namun, Yasonna mengeluhkan tentang belum siapnya infrastruktur seperti teknologi untuk memblok celah komunikasi antara jaringan di luar dengan bandar narkoba di dalam lapas. Kata dia, diperlukan alat khusus yang tidak mengganggu lingkungan sekitar lapas.

"Karena kalau di-jam kadang-kadang penduduk di sebelah itu terganggu. Jadi kita harus punya alat teknologi yang betul-betul precise untuk itu. Kita buat assessment melalui para ahli," ujar dia.

Yasonna juga berupaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang mengawal lapas dengan membuka perekrutan 14 ribu pegawai negeri sipil. Mereka diharapkan mampu mengubah budaya koruptif yang selama ini terjadi di lapas

"Ada yang bersih. Tapi sudah banyak yang terkontaminasi, hanya kita geser kemana pun ya itu-itu juga. 14 ribu PNS ini kita siapkan mentalnya. Ada supervisor dan training dengan brimob," ujar politisi dari PDI Perjuangan ini. 


Editor: Rony Sitanggang

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI
  • Bagi-Bagi Kopi di Filosofi Kopi 2

Aman Abdurrahman Diperiksa Densus 88 Terkait Bom Thamrin

  • CCTV Pengakuan Miryam, Pengacara: Dibawah Tekanan
  • Operasi Besar Novel Baswedan Berhasil
  • Laut Rusak, Warga Upacara di Tengah Laut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR