Balikpapan Kembali Jadi Kota Percontohan Sistem Pengolahan Sampah 3R

Untuk mendukung pengelolahan sampah, Kota Balikpapan memiliki 105 bank sampah yang tersebar di kelurahan-kelurahan.

Selasa, 15 Agus 2017 16:03 WIB

Ilustrasi warga Balikpapan membersihkan sampah. (Foto: dlh.balikpapan.go.id)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Balikpapan – Kota Balikpapan kembali menjadi Percontohan Nasional dalam Sistem Pengelolahan Sampah 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle) atau penggunaan kembali, pengurangan dan pengolahan kembali sampah. Ini merupakan kali yang ketiga Balikpapan menjadi kota percontohan di bidang yang sama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto mengatakan cara Kota Balikpapan mengelola sampah dianggap cukup berhasil karena mampu mengurangi volime sampah.

Sistem pengolahan sampah 3R yang dilakukan Kota Balikpapan, kata Suryanto, bisa mengurangi volume sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) Manggar hingga 25 persen.

Cara pengelolaan sampah 3R itu sudah dilakukan di setiap kecamatan di Kota Balikpapan. Setiap kelurahan atau kecamatan memiliki halte sampah dan Material Recovery Facility (MRF) untuk pengolahan sampah kering.

"Balikpapan menjadi percontohan nasional karena ini positif untuk masa depan Kota Balikpapan. Jadi nanti seluruh kota di Indonesia akan mencontoh pola pengolahan sampah yang ada di Gunung Bahagia itu," kata Suryanto, Selasa (15/8/2017)

Suryanto mengungkapkan, untuk mendukung pengelolahan sampah, Kota Balikpapan memiliki 105 bank sampah yang tersebar di kelurahan-kelurahan.

Sistem pengolahan sampah 3R masih menjadi cara yang terbaik untuk mengurangi volume sampah, termasuk menjadi solusi pengelolaan sampah. Selain menjadi kompos, sampah juga bisa dimanfaatkan menjadi sumber listrik dan lainnya.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Siapkan Dua Opsi soal Polemik PJ Gubernur Polri

  • Bekas Pimpinan KPK: Kasus Novel Tak Tuntas Bisa Jadi Catatan Buruk Jokowi untuk 2019
  • Longsor Terjang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, 4 Tewas 6 Luka Parah
  • Sanksi Baru Amerika Untuk Korut

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.