27 Balita Meninggal di Deiyai, Pemprov Papua Turunkan Tim Gabungan

"Penyebab kematian juga kami menduga ada tujuh faktor, di antaranya diare, campak,"

Jumat, 04 Agus 2017 10:45 WIB

Ilustrasi (foto: KBR/Yudha S.)

KBR, Jakarta- Tim medis gabungan telah diturunkan ke Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Diyai mengatakan, tim yang terdiri dari Pemprov, Pemkab dan Kementerian Kesehatan itu menyelidiki penyebab kematian anak di wilayah tersebut.

Ia menyebut, sejak tahun lalu tercatat sudah ada 27 anak usia di bawah lima tahun (balita), yang meninggal akibat berbagai penyakit.

"Itu bukan kematian yang dalam satu minggu atau dua minggu. Jumlah tersebut merupakan akumulasi yang dikumpulkan sejak tahun lalu dan awal tahun ini. Bukan secara serentak. Dan penyebab kematian juga kami menduga ada tujuh faktor, di antaranya diare, campak, kurang gizi. Jadi memang kalau mau disebut, itu kematian biasa," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aloysius Diyai, Kamis (03/08).

Selain itu ia juga mensinyalir, rendahnya koordinasi antarpetugas medis di wilayah tersebut, merupakan salah satu pemicunya. Karenanya, pemprov juga bakal menempatkan petugas medisnya untuk meningkatkan koordinasi dari petugas medis di kabupaten tersebut.

"Tim yang ke sana itu juga nanti bertujuannya untuk meningkatkan koordinasi antarpetugas medis. Terutama yang menangani ibu dan balita," ujarnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1