2000 Jemaah Umrah Jadi Korban Penipuan PT Azizi Kencana Wisata

"Sampai sekarang tidak diberangkatkan. Kita sudah lapor ke Bareskrim awal tahun lalu, tapi belum ada respons, ke Kemenag juga sudah,"

Senin, 28 Agus 2017 10:51 WIB

Ilustrasi (foto: Antara)

KBR, Jakarta- Kasus penipuan pemberangkatan umrah kembali terjadi. Kali ini, sedikitnya 2 ribu jemaah menjadi korban PT Azizi Kencana Wisata. Perusahaan ini berkantor pusat di Medan, Sumatera Utara dan tercatat sebagai penyedia jasa umrah dan haji yang berdiri sejak 23 tahun lalu. PT Azizi dilaporkan oleh agen-agennya karena tidak kunjung memberangkatkan peserta umrah.

Salah satu Agen Asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Asrizal Aslan mengatakan, hari ini puluhan agen mengadu ke Bareskrim Polri untuk menindak kasus ini. Ia menjelaskan, PT Azizi Kencana Wisata seharusnya memberangkatkan jemaah pada periode Oktober 2016 hingga Januari 2017. Namun hingga saat ini, tidak ada jemaah yang diberangkatkan.

"Seharusnya akhir Oktober 2016 dan Januari 2017 itu 1200 jemaah diberangkatkan, lalu kami dengar lagi di Aceh ada 800 jemaah jadi total 2 ribu. Tapi sampai sekarang tidak diberangkatkan. Kita sudah lapor ke Bareskrim awal tahun lalu, tapi belum ada respons, ke Kemenag juga sudah," katanya saat ditemui di Bareskrim, Polri, Senin (28/08/17)

Asrizal menjelaskan, bersama agen-agen yang lain pernah melakukan pelacakan kepada Direktur PT Azizi, namun yang dicari kabarnya lari ke luar negeri.

"Kabar terakhir di Malaysia, katanya dia juga kena tipu oleh rekan bisnisnya di Malaysia," jelasnya.

Asrizal berharap laporannya bersama puluhan agen yang lainnya bisa direspon oleh pihak Kepolisian. Ia juga berharap PT Azizi masih bisa memberangkatkan jemaah untuk umrah.

"Jika kita hitung kerugian lebih dari 40 miliar. Hitung saja jika 2 ribu jemaah, semua rata bayar 20 juta," ujarnya.

Editor: Rony Sitanggang 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wiranto Batalkan Wacana Pj Gubernur dari Polisi

  • PPATK: Politik Uang Rawan sejak Kampanye hingga Pengesahan Suara
  • Hampir 30 Ribu Warga Kabupaten Bandung Mengungsi Akibat Banjir
  • Persiapan Pemilu, Polisi Malaysia Dilarang Cuti 3 Bulan Ini

Pada 2018 Yayasan Pantau memberikan penghargaan ini kepada Pemimpin Redaksi Kantor Berita Radio (KBR) Citra Dyah Prastuti, untuk keberaniannya mengarahkan liputan tentang demokrasi dan toleransi.