Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan dalam Kebakaran di Pelabuhan Benoa

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan per hari ini (Selasa, 10/7/2018) polisi kembali menggali informasi dari 10 saksi tambahan.

Selasa, 10 Jul 2018 21:56 WIB

Kebakaran kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, Senin (9/7). (Foto: ANTARA/ Fikri Y)

KBR, Jakarta - Kepolisian tengah menelusuri motif di balik insiden kebakaran puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali yang terjadi Senin (9/7/2018). Juru bicara Mabes Polri Muhammad Iqbal mengatakan, polisi sedang mencari tahu ada-tidaknya unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut. Atau, murni kelalaian.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan dan per hari ini (Selasa, 10/7/2018) polisi kembali menggali informasi dari 10 saksi tambahan.

"Saat ini kami sedang melanjutkan pengolahan bukti-bukti. Kemarin 13 saksi, sekarang mungkin sudah bertambah. Bertambah 10 atau lebih. Prinsipnya kami ingin membuktikan apakah terbakar atau ada pembakaran. (Memang ada indikasi itu disengaja?) Sampai saat ini kami belum menemukan bukti-bukti," ujar Iqbal, kepada KBR, Selasa (10/072018).

"Tapi yang jelas kami melakukan penyelidikan secara scientific investigations. Menurutnkan beberapa tim dari Mabes. (Bikin tim khusus juga?) Enggak, laboratorium forensik. Enggak pakai tim khusus laboratorium forensik," tambahnya.

Sebelumnya, kata Iqbal, 13 nakhoda dan ABK diperiksa untuk mengetahui penyebab kebakaran. Namun hingga kini belum ditemukan bukti kuat adanya sabotase atau unsur kesengajaan oleh pihak-pihak tertentu. 

Iqbal juga mengatakan, penyelidikan terhadap 25 kapal lainnya masih harus dilakukan. Sebab sebelumnya identifikasi masih terganjal api yang belum berhasil dipadamkan. Sehingg, polisi harus menunggu proses pendinginan selesai.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".