Apa Alasan Pemerintah Tak Ubah APBN 2018?

"Postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan belanja."

Senin, 09 Jul 2018 21:51 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) memberikan keterangan pers tentang kinerja APBN di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (25/6). (Foto: ANTARA/ Sigid K)

KBR, Bogor -  Presiden Joko Widodo memutuskan tidak akan mengoreksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan setelah realisasi semester I dievaluasi, APBN 2018 dinilai masih cukup baik dan tidak meleset jauh dari target.

"Postur APBN cukup baik dan tidak mengalami deviasi besar dari sisi jumlah penerimaan negara dan belanja. Defisitnya (juga) lebih kecil dari yang direncanakan," kata Sri usai rapat di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (9/7/2018).

"Maka Bapak Presiden menyampaikan untuk APBN 2018 ini kita tidak melakukan perubahan," sambungnya.

Selain itu, defisit anggaran pun masih lebih kecil dari asumsi awal pemerintah. Dia menjelaskan realisasi defisit pada semester pertama sebesar Rp110 triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu yang menyentuh angka Rp175 triliun.

"Keseimbangan primer kita 10 triliun surplus. Tahun lalu posisi yg sama negatif 68 triliun. Jadi bayangkan, dari negatif 68 triliun menjadi positif 10 triliun. Itu lonjakan positif luar biasa baik," tambah Sri.

Meski begitu, pemerintah tetap menyiapkan diri menghadapi ancaman lebih besar dari situasi ekonomi global. Sri memastikan pemerintah akan berupaya memperkuat ekonomi nasional, salah satunya mengkaji sektor-sektor yang perlu mendapatkan insentif sehingga bisa meningkatkan ekspor.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Perkembangan teknologi yang begitu cepat menjadi tantangan bersama bagi gerakan koperasi di era milenium.