Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi

"Saya kemarin dari Manado, mengajak teman-teman dari Australia, New Zealand, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, untuk bersama-sama keroyok"

Senin, 31 Jul 2017 12:37 WIB

Dua pria melihat poster anggota kelompok Maute 'DICARI' yang dikeluarkan aparat berwenang di Illigan, sementara pasukan pemerintah melanjutkan serangan terhadap pemberontak yang mengambil alih sebagian besar wilayah Kota Marawi, Filipina, Sabtu (24/6). (

KBR, Jakarta- Pemerintah Indonesia bersama lima negara yakni Australia, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam dan Selandia Baru menyepakati lima hal terkait masalah terorisme. Kesepakatan itu diambil dalam pertemuan Sub-Regional Meeting on Foreign Terrorist Fighters and Cross Border Terrorism (SRM FTF-CBT) di Manado, Sulawesi Utara.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan, pertemuan tersebut menyikapi upaya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) membangun basisnya di seluruh Dunia. Saat ini ISIS sedang berupaya membangun basis untuk kawasan Asia Tenggara yakni di Marawi, Filipina Selatan.

"Saya kemarin dari Manado, mengajak teman-teman dari Australia, New Zealand, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, untuk bersama-sama keroyok  basis ISIS baru di Marawi, Filipina Selatan. Itu merupakan konsep pemindahan pusat ISIS di Syria yang telah digempur semua oleh Negara sekutu maka mereka mencoba untuk masuk ke konsep divergen," kata Wiranto di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/07/17).

Wiranto menjelaskan, lima kesepakatan itu pertama, pembentukan forum tentang teroris  lintas negara (FTP) dalam rangka memperkuat kerjasama pertukaran informasi dan kerjasama antara penegak hukum serta badan intelijen. Kedua, dorongan kerjasama di antara 6 negara dan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memberikan layanan media sosial, berbagi  video   dan percakapan.

“Jadi perusahaan-perusahaan sosial media ini nantinya ikut membantu kami mencari keberadaan teroris atau menangkal secara langsung,” kata Wiranto dalam keterangan tertulis yang diterima KBR.

Ketiga, studi komparatif hukum terkait terorisme yang berlaku di masing-masing negara. Keempat, penguatan kerjasama antara lembaga untuk penanggulangan kegiatan pendanaan kegiatan terorisme. Terakhir, peningkatan kerjasama diantara badan imigrasi dalam rangka pengawasan perbatasan terpadu.

“Pertemuan ini juga menyepakati bahwa akan ada pertemuan sub-regional selanjutnya yang akan diselenggarakan pada tahun 2018,” kata Wiranto.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR