Sidang Penodaan Agama, Dokter Otto Divonis 2 Tahun Penjara

Otto Rajasa dan kuasa hukumnya masih pikir-pikir untuk melakukan banding. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum yang menuntut hukuman tiga tahun penjara, masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Rabu, 26 Jul 2017 14:18 WIB

DokterOtto Rajasa bersama istri di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: KBR/Teddy RUmengan)

KBR, Balikpapan – Pengadilan Negeri Balikpapan Kalimantan Timur menjatuhkan vonis bersalah terhadap dokter Otto Rajasa dalam  kasus penondaan agama melalui media sosial.

Saat membacakan vonis, Ketua Majelis Hakim Aminuddin menyebut Otto terbukti bersalah menyebarkan rasa kebencian maupun permusuhan yang mengandung SARA.

Majelis hakim menjatuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta atau hukuman pengganti satu bulan penjara terhadap dokter Otto Rajasa.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dokter Otto Rajasa bin Supomo dengan pidana penjara selama dua tahun dan denda sebesar Rp50 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar digantikan pidana kurungan selama satu bulan," kata Aminuddin saat membacakan vonis, Rabu (26/7/2017).

Menanggapi putusan tersebut, Otto Rajasa dan kuasa hukumnya masih pikir-pikir untuk melakukan banding. Begitu juga Jaksa Penuntut Umum yang menuntut hukuman tiga tahun penjara, masih pikir-pikir untuk melakukan banding.

Majelis Hakim memberi kesempatan tujuh hari kepada Otto Rajasa maupun Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan banding.

Baca juga:


Otto Rajasa merupakan terdakwa kasus penodaan agama terkait tulisan kritiknya di media sosial Facebook pada 2 Desember lalu terkait aksi yang mengatasnamakan Aksi Bela Islam 212.

Dalam kritikannya terkait aksi 212 itu, Otto menulis beribadah haji kini tak lagi harus di Mekah, tapi cukup di Jakarta. Masjidil Haram diwakili Masjid Istiqlal, ritual lari kecil dari Safa ke Marwa diwakili perjalanan longmarch dari Istana ke Istiqlal, sedangkan lempar jumrah diwakili dengan pelemparan foto atau lukisan Ahok.

Kuasa hukum Otto Rajasa juga membuat pembelaan setebal 30 halaman. Kuasa hukum meminta hakim bersikap adil dalam menjatuhkan vonis, karena Otto Rajasa tidak terbukti menistakan agama.

Kuasa hukum Otto meminta hakim mempertimbangkan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan, sebelum menjatuhkan vonis.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.