Sertifikasi SNI PT IBU Tak Bisa Buktikan Ada Tidaknya Beras Oplosan

"Kita hanya punya kewenangan uji petik untuk memastikan produk-produk itu sesuai atau tidak. Setiap tahun dilakukan beberapa bulan, ada beberapa komoditi. Kebetulan beras cocok dan sesuai standar."

Selasa, 25 Jul 2017 15:55 WIB

Konferensi pers PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk--induk PT Indo Beras Unggul di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7/2017). PT Tiga Pilar mengklaim tidak lakukan kecurangan seperti tuduhan Polri dan Kementerian Pertanian. (Foto: ANTARA/Muhammad Adi

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta - Kepala Badan Standarisasi Nasional, Bambang Prasetya menjelaskan sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dimiliki perusahaan PT Indo Beras Unggul (IBU) berasal dari Lembaga Sertifikasi Produk (LSPRO) di Bogor, Jawa Barat.

Bambang mengatakan sertifikat SNI tersebut tidak dapat membuktikan ada tidaknya oplosan beras merk "Maknyuss" dan "Ayam Jago" yang dikemas PT IBU.

Menurut Bambang, LSPRO hanya mengecek kualitas fisik hasil penggilingan beras yang sudah bersertifikat SNI.

"Di SNI, beras itu ada dua yaitu premium dan medium. Itu hanya fisik saja, istilahnya mutu dari penggilingan yang ditekankan, bukan jenisnya," jelas Bambang Prasetya saat dihubungi KBR, Selasa (25/7).

Bambang menjelaskan pengujian standar SNI pada beras premium misalnya pada derajat sosoh beras, derajat putih hingga butir menir.

"Misalnya kalau premium itu butirannya terbatas berapa maksimum. Kemudian kandungan menir berapa, derajat sosoh berapa dan derajat putihnya berapa," kata Bambang.

Bambang Prasetya menambahkan BSN melakukan uji terhadap beberapa produk setiap tahunnya, termasuk beras. Hasil uji BSN di lapangan pada tahun ini menunjukkan beras yang bersertifikat SNI sudah sesuai standar yang ditetapkan BSN.

"Kita hanya punya kewenangan uji petik untuk memastikan produk-produk itu sesuai atau tidak. Setiap tahun  dilakukan beberapa bulan, ada beberapa komoditi. Kebetulan beras cocok dan sesuai standar," imbuhnya.

Polisi menduga PT Indo Beras Unggul (PT IBU) melakukan kecurangan menjual produk beras premium ke pasar dengan kandungan beras bersubsidi atau varietas IR64. Hal tersebut dibantah PT IBU dengan menyebut varietas IR64 hanya menjadi salah satu bahan produksi.

Selain itu, mereka mengklaim beras produksinya sesuai deskripsi mutu Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sertifikasinya didapat dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Periksa Saksi Meringankan Setnov Pekan Depan

  • Polda Metro Rilis 2 Sketsa Terduga Penyerang Novel
  • Polda Papua Akui Ada Perintah Tembak di Tempat di Tembagapura
  • Pemprov Akan Pelajari Investigasi Ombudsman

Program diharapkan dapat mendukung ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan lahan di daerah masing-masing