PVMBG Pasang CCTV Pantau Kawah Sileri

Kamera CCTV dipasang untuk mengamati aktivitas kawah secara visual, seperti ketinggian dan warna asap. Selain itu, CCTV dipasang karena alat pengukur suhu dan gas, rusak pasca letusan.

Minggu, 09 Jul 2017 16:40 WIB

Ilustrasi: Petugas memantau aktivitas di Kawah Sileri Dieng. (Foto: Antara)

KBR, Banjarnegara – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memasang kamera Closed Circuit Television (CCTV) untuk memantau aktivitas di Kawah Sileri, Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kawah di kaldera raksasa Pegunungan Dieng itu meletus, Minggu pekan lalu (2/7/2017).

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Dieng, Surip mengatakan kamera CCTV dipasang untuk mengamati aktivitas kawah secara visual, seperti ketinggian dan warna asap. Pemasangan kamera dilakukan di titik aman yakni 200 meter dari pinggir kawah.

Selain itu, lanjutnya, pemasangan kamera CCTV juga dilakukan lantaran alat pengukur suhu dan pencatat multigas (multigas reader) rusak akibat letusan pekan lalu. Hingga kini, belum ada alat pengganti sehingga untuk sementara pengukuran dilakukan secara manual enam jam sekali.

"Kami akan melakukan pengukuran sekarang pakai manual. Karena seluruh peralatan dari PVMBG yang dipasang, kemarin itu mati semua," tutur Urip, Minggu (9/7).

Karena hanya diukur setiap enam jam sekali, maka Surip menjelaskan bahwa data pengukuran pun tak bisa diperoleh secara simultan. Itu sebab, kamera CCTV diharapkan mampu menganalisis aktivitas Kawah Sileri.

Baca juga:

"Tentunya, hasilnya kan jauh berbeda. Untuk CCTV itu untuk pemantauan secara visual. Jadi untuk ketinggian asap, warna asap, nanti secara visual CCTV dikirim ke pos."

Dia menegaskan, saat ini Kawah Sileri dan objek wisata pemandian air hangat masih ditutup untuk umum. Sedangkan jarak aman Kawah Sileri adalah 100 meter dari bibir kawah. Kendati cenderung normal, menurutnya aktivitas kawah masih fluktuatif.

Simpulan itu kata dia setelah memperhitungkan suhu, embusan asap dan kegempaan. Dia pun melanjutkan, "suhu normalnya 60 derajat, 63 derajat celcius."

Surip menyatakan telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, kepolisian dan pemerintah desa setempat untuk mencegah warga atau pengunjung menerobos zona aman. BPBD, menurutnya, telah memasang spanduk larangan masuk ke kawasan berbahaya di Kawah Sileri.

Baca juga:

Meski begitum, dia menjelaskan bahwa erupsi Kawah Sileri tak berpengaruh ke kawah-kawah lain yang dipantau PVMBG. Antara lain Kawah Pagar Kandang, Timbang, Pakui Wojo, Ciglagah, Bitingan, Condrodimuko, Sinila, Sikendang, Sikidang, dan Kawah Sibanteng.

Dia menyebut ada empat kawah yang harus diwaspadai yakni Kawah Sileri, Sinila, Timbang dang Sikendang. Kawah Sileri belum aman karena aktivitasnya yang masih fluktuatif. Sementara tiga kawah lain dikenal sebagai kawah yang konstan mengeluarkan gas beracun. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1