Presiden Instruksikan Polri Kurangi Kekerasan dan Arogansi

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi memerintahkan Polri meningkatkan kinerja dan memperbaiki manajemen intenal dan mengurangi arogansi dalam melaksanakan tugas.

Senin, 10 Jul 2017 13:36 WIB

Presiden Joko Widodo melakukan inspeksi pasukan saat peringatan HUT ke-71 Bhayangkara di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (10/7/2017). (Foto: ANTARA/Rosa Panggabean)

KBR,  Jakarta - Presiden Jokowi menyampaikan lima amanat kepada institusi Polri. Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara ulang tahun ke-71 Polri di Lapangan Monas, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Dalam pidatonya,  Presiden Jokowi memerintahkan Polri meningkatkan kinerja dan memperbaiki manajemen intenal dan mengurangi arogansi dalam melaksanakan tugas.

"Saya akan memberikan intruksi kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia untuk terus meningkatkan kinerjanya melalui upaya-upaya sebagai berikut. Pertama, perbaiki manajemen internal Polri untuk menekan budaya negatif seperti korupsi, penggunaan kekerasan yang berlebihan dan arogansi kewenangan. Kedua, mantapkan soliditas internal dan profesionalisme Polri guna mendukung terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Ketiga,  optimalkan modernisasi Polri dengan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik. Keempat, tingkatkan kesiapsiagaan operasional melalui upaya deteksi dini dan deteksi aksi dengan strategi proaktif agar lincah dalam bertindak," kata Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga meminta Polri meningkatkan kerjasama koordinasi dan komunikasi dengan seluruh elemen baik pemerintah, masyarakat hingga dunia internasional untuk menjaga situasi Indonesia yang kondusif.

Dalam perayaan HUT Bhayangkara, Presiden Joko Widodo memberikan tanda jasa kepada tiga personil polri yang berjasa dalam memajukan institusi berlabel tribrata tersebut.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1