Minta Setnov Mundur, Generasi Muda Golkar Dorong Munaslub

"Intinya pilihannya itu ada dua, menghabiskan energi kita untuk membela pak Setnov atau menyelamatkan partai,"

Senin, 31 Jul 2017 14:30 WIB

Ketua Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia (tengah) bersama sejumlah kader berpose seusai mendeklarasikan Golkar Bersih, di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (25/7). (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) meminta Partai Golkar untuk melakukan Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih ketua baru. Hal itu setelah Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto menjadi tersangka pada kasua e-KTP.

Ketua  GMPG, Ahmad Doli Kurnia mengatakan  sudah berkonsolidasi dengan pengurus daerah dan pusat terkait hal ini. Ia pun mengklaim sudah mengantongi dukungan dari beberapa tokoh dewan pakar Partai Golkar seperti Akbar Tanjung dan BJ Habibie. Dan dalam komunikasinya itu, GMPG meminta adanya ketua baru.

"Kami sejak awal mengatakan, penyelesaian yang terbaik demi menyelamatkan Partai Golkar itu Munas. Kalau istilah dalam AD ART itu, kalau tidak sesuai dengan masa periodenya Munaslub. Intinya harus ada ketua umum yang baru, untuk memimpin partai Golkar dalam menghadapi event politik di depan," katanya usai bertemu dengan Komisi Yudisial, Senin (31/07/17).

Ahmad Doli mengatakan telah  menginventarisir sejumlah kader partai yang duduk dalam fraksi di DPR. Menurutnya beberapa kader ada juga yang memiliki visi yang sama untuk melakukan penyelamatan partai.

"Kami sudah inventarisir, nanti kami konsidasi. Intinya pilihannya itu ada dua, menghabiskan energi kita untuk membela pak Setnov atau menyelamatkan partai," tegasnya.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Becakayu Ambruk, Menteri PUPR Hentikan Proyek Infrastruktur Jalan Seluruh Indonesia

  • Ketua DPR Persilakan Polri Kaji UU MD3, Tapi Polisi Harus Tetap Patuh
  • Serangan Bom Di Suriah, 77 Orang Tewas
  • Belum Juga Dapat Medali Di Olimpiade, Atlet Korut Was-Was

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.