Legitimasi Dipertanyakan, Pansus Angket KPK Undang Yusril

DPR meyakini pembentukan Pansus Angket KPK di DPR memiliki legitimasi kuat. Ditambah lagi lembar berita negara untuk Pansus sudah diterbitkan Pemerintah.

Senin, 10 Jul 2017 14:40 WIB

Ketua Pansus Angket KPK di DPR Agun Gunanjar Sudarsa dan sejumlah anggota Pansus menemui Kantor BPK Jakarta, Selasa (4/7/2017). Pansus meminta audit BPK terhadap laporan keuangan KPK. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa)

KBR, Jakarta - Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR terhadap KPK mengundang pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra pada Senin (10/7/2017).

Anggota Pansus dari Partai Golkar, John Kennedy Azis mengatakan Yusril akan ditanya mengenai posisi dan keabsahan Pansus dalam hukum ketatanegaraan Indonesia.

"Dia sangat mempunyai kompetensi dan kelayakan. Artinya kita mintakan pendapatnya tentang hal-hal yang selama ini masih menjadi keraguan keberadaan Pansus ini," kata John di Gedung Nusantara II, Senayan, Senin (10/7/2017).

John mengatakan DPR meyakini pembentukan Pansus Angket KPK di DPR memiliki legitimasi kuat. Ditambah lagi lembar berita negara untuk Pansus sudah diterbitkan Pemerintah melalui Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PRNI).

"Sebenarnya kami sudah yakin Pansus sudah ini karena lembar negaranya sudah ada," kata John Kennedy.

Selain meminta keterangan dari Yusril, Pansus Angket KPK juga akan meminta keterangan dari guru besar ilmu hukum dari Universitas Padjadjaran, Romli Atmasasmita, pada Selasa (10/7/2017).

"Pokoknya, ahli-ahli yang dapat membantu tentang bagaimana Pansus ke depan dapat bekerja dengan baik akan kami mintai keterangan," tambah John.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Polisi Selidiki Penadah dan Penyuplai Hasil Pendulang Emas Ilegal di Freeport

  • Bappeda DKI: Anggaran Kunker DPRD Naik Karena Djarot
  • Presiden Minta Malaysia Impor Beras Dari Indonesia
  • Kejati Tahan 2 Tersangka Mark Up Alat Tangkap untuk Nelayan di Mandailing Natal

Guna mengembangkan dan mengapresiasi Organisasi Kepemudaan, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyelenggarakan "Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi 2017"