KPK: Kami Sungguh-sungguh Berharap Polisi Segera Ungkap Penyerang Novel

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan siap mendampingi dan memfasilitasi tim penyidik Polda Metro Jaya dalam pemeriksaan penyidik KPK Novel Baswedan di Singapura.

Kamis, 20 Jul 2017 20:30 WIB

Penyidik senior KPK Novel Baswedan usai menjalani operasi mata di Rumah Sakit Singapura, Kamis (18/5/2017). (Foto: Tim KPK)

KBR, Jakarta - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan siap mendampingi dan memfasilitasi tim penyidik Polda Metro Jaya dalam pemeriksaan penyidik KPK Novel Baswedan di Singapura. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif pun berharap, penyidik kepolisian bisa segera mengungkap pelaku penyerangan seperti janji Kapolri Tito Karnavian.

"Sebagaimana yang dijanjikan oleh tim dari Polda dan Pak Kapolri, kami sungguh-sungguh berharap penyidik Polda segera mendapatkan penyerang dari Mas Novel," ungkap Laode Syarif di Jakarta, usai menjadi pembicara Survei Anti-Korupsi, Kamis (20/7).

Dia melanjutkan, polisi memang telah mengantongi beberapa sketsa terduga pelaku. Namun menurutnya, temuan itu masih memerlukan pendalaman.

"Ya kan sketsa wajah itu harus dicari setelah di-sketch wajah (terduga pelaku). Harus dicari juga mana yang cocok."

Syarif pun mengungkapkan, kini kondisi mata kanan Novel telah mengalami perkembangan. Namun dia mengkhawatirkan kondisi mata kiri penyidik senior KPK tersebut.

"Menurut informasi setiap hari yang kami dapat, mata di bagian kanan ada Alhamdulillah perbaikannya progresifnya baik. Sedangkan yang di kiri memang belum ada perkembangan yang signifikan," jelas Syarif.

"Kami takut yang di kiri itu dapat permanen, tapi KPK dan pemerintah berupaya sekuat tenaga untuk melakukan penyembuhan,"  tambahnya lagi.

Baca juga:

Dokter di Singapura kata dia mempertimbangkan untuk melakukan operasi besar pada mata kiri Novel.

Tepat hari ini adalah 100 hari kasus penyerangan Novel Baswedan diusut, namun polisi belum juga mengungkap pelaku. Perkembangan terakhir, polisi mengklaim telah mengantongi sketsa wajah terduga pelaku.

Pada Selasa usai Subuh, 11 April lalu, penyidik senior KPK Novel Baswedan disiram menggunakan air keras oleh orang tak dikenal. Penyerangan dan teror itu mengakibatkan mata kiri Novel harus dirawat intensif di Rumas Sakit di Singapura.

Kejadian itu terjadi di sekitar Masjid yang tak jauh dari rumahnya. Pelaku diduga berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor.

Kepolisian sempat menahan sejumlah orang untuk mengungkap pelaku teror dan kekerasan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Mereka antara lain M, H dan AL. Namun polisi menyebut ketiganya memiliki alibi yang kuat yakni tidak berada di lokasi saat penyerangan berlangsung. Dalam kasus ini, polisi juga sudah meminta keterangan lebih dari 50 saksi dan memeriksa kamera pengawas (CCTV).

Baca juga:



Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

KPA kritik pelibatan TNI Dalam Pengukuran Lahan

  • Pemkab Nunukan Wajibkan Pemilik Ikuti Program Kehamilan
  • 10 Pelaut Amerika Hilang
  • MU Akan Rekrut Ibra Lagi

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR