Korupsi e-KTP, KPK Cekal Adik dan Kerabat Andi Narogong

Vivi Gunawan merupakan adik kandung Andi Narogong, tersangka e-KTP. Sedang Dedi Priyono merupakan kerabat Vivi dan Andi.

Selasa, 18 Jul 2017 20:55 WIB

Juru bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan bepergian ke luar negeri terhadap dua orang terkait tersangka dugaan korupsi Pengadaan KTP berbasis elektronik, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan kedua orang tersebut adalah Vidi Gunawan dan Dedi Priyono.

Pencegahan terhadap keduanya dilakukan untuk kemudahan penyelidikan agar keduanya tidak berada di luar negeri saat penyidik KPK memerlukan keterangan untuk waktu enam bulan ke depan.

Baca:

"Kita lakukan pencegahan keluar negeri untuk enam bulan kedepan ini masih terkait dengan penyelidikan sprindik untuk tersangka AA dalam kasus KTP elektronik terhitung dari 5 Juli tahun 2015," ujarnya kepada wartawan di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta.

Vidi Gunawan merupakan adik kandung tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong. Oleh KPK, Vidi sempat beberapa kali diperiksa untuk perkara yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun lebih tersebut. Selain itu, Vidi juga pernah dihadirkan dalam persidangan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto. Di situ, Vidi mengaku pernah ditugaskan untuk mengantarkan uang di berbagai tempat.

Sedangkan, Dedi Priyono merupakan kerabat Andi Narongong dan Vidi.

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto, nama Dedi dan Vidi disebut sebagai anggota Konsorsium Fatmawati yang digagas oleh Andi Narogong.

Selain Vidi dan Dedi, KPK  juga telah mencegah bepergian ke luar negeri untuk tersangka Setya Novant. Kata Febri, ketua umum Golkar itu sudah dicegah sejak 10 April lalu. Pada waktu itu, Setnov masih berstatus sebagai saksi untuk tersangka Andi Narogong.

Baca lainnya:

Editor: Dimas Rizky

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

KPA kritik pelibatan TNI Dalam Pengukuran Lahan

  • Pemkab Nunukan Wajibkan Pemilik Ikuti Program Kehamilan
  • 10 Pelaut Amerika Hilang
  • MU Akan Rekrut Ibra Lagi

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR