Jokowi: Sebelum Paripurna, PAN Nyatakan Dukung Pemerintah

"Kita kan baik-baik saja, ada apa? Tadi kan saya sudah saya sampaikan, sehari sebelumnya kan kita sudah bertemu dan akan solid di partai pendukung pemerintah," jawab Jokowi.

Jumat, 21 Jul 2017 19:16 WIB

Presiden Joko Widodo. (Foto: ANTARA/Bayu Prasetyo)


KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo menanggapi sikap politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang berseberangan dengan koalisi pendukung pemerintah terkait pengesahan Rancangan Undang-undang Penyelenggaraan Pemilu.

Jokowi mengatakan sebelum rapat paripurna pada Kamis (20/7/2017), petinggi PAN telah bertemu dengannya dan menyatakan dukungan terhadap pemerintah.

"Untuk PAN, supaya diketahui, dari sehari sebelumnya sudah bertemu dengan saya. Sudah menyampaikan kepada saya untuk mendukung, udah, ya itu," kata Jokowi usai menutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Persatuan Pembangunan di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/7/2017).

Namun, Jokowi enggan berkomentar tentang nasib PAN dalam koalisi maupun kader PAN di kabinet.

"Kita kan baik-baik saja, ada apa? Tadi kan saya sudah saya sampaikan, sehari sebelumnya kan kita sudah bertemu dan akan solid di partai pendukung pemerintah," jawab Jokowi.

Sikap PAN menjadi perhatian ketika partai itu berseberangan dengan partai-partai koalisi pendukung pemerintah saat sidang paripurna DPR dengan agenda pengesahan RUU Penyelenggaraan Pemilu.

Enam fraksi pendukung pemerintah mendukung syarat ambang batas pencalonan presiden yaitu memiliki 20 persen kursi di DPR atau memiliki 25 persen perolehan suara sah secara nasional.

Namun, PAN yang memiliki kader di kabinet Jokowi berbeda sikap dan memilih mendukung usulan dari partai-partai lain yang menginginkan syarat itu dihapus. Fraksi PAN bersama tiga fraksi lain yaitu Demokrat, PKS dan Gerindra memilih keluar dari sidang paripurna dan menyatakan tidak akan bertanggung jawab atas pengesahan RUU itu.
 
Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Moratorium Reklamasi, Menteri Siti : Pulau C dan D Kurang Satu Syarat, Pulau G Dua Syarat

  • Adik Bos First Travel Ikut Jadi Tersangka
  • Penembakan Deiyai, Tujuh Anggota Brimob dan Kapolsek Akan Jalani Sidang Etik Pekan Depan
  • Tuntut Pembatalan Perppu Ormas, Ratusan Orang Demo DPRD Sumut

Dalam Perbincangan Ruang Publik KBR kali ini, kita akan punya 5 topik utama, penasaran? ikuti perbincangan Ruang Publik KBR