Indonesia Turki Sepakati Perangi Terorisme Lintas Negara

"Sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan foreign terrorist fighter melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan IT system."

Jumat, 07 Jul 2017 14:07 WIB

Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan. (Sumber: Setneg)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan sepakat meningkatkan kerja sama memerangi terorisme. Jokowi dalam pernyataan persnya mengatakan kedua negara sepakat berbagi informasi intelejen untuk mengantisipasi foreign terrorist fighter (FTF) atau teroris lintas negara. Ini merupakan salah satu kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraan Jokowi di Turki.

"Indonesia dan Turki telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama terutama terkait dengan foreign terrorist fighter melalui kerja sama bidang informasi intelijen dan juga pembangunan IT system di bidang intelijen sehingga memudahkan kita bekerja sama dalam rangka memberantas terorisme," kata Jokowi di Turki, Kamis (6/7/2017).

Jokowi dan Erdogan juga membahas tentang krisis Qatar. Kedua negara berharap permasalahan Qatar bisa diselesaikan dengan dialog.

"Kita harapkan ini bisa diselesaikan lewat komunikasi dan dialog-dialog yang baik antarnegara-negara yang memiliki masalah,"

Kepada Erdogan, Jokowi mengucapkan terima kasih atas dukungan Turki agar Indonesia menjadi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).

"Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas dukungan Turki terhadap pencalonan Indonesia pada Dewan Keamanan PBB untuk tahun 2019-2020,"

Beberapa kesepakatan kerja sama juga dicapai dua negara di antaranya di bidang pertahanan, perdagangan dan energi.

Di bidang industri pertahanan, Indonesia dan Turki meluncurkan tank kelas menengah Kaplan hasil produksi bersama.  Selain itu, kedua negara juga akan menindaklanjuti kesepakatan kerja sama pembuatan alat utama sistem senjata (alutsista), seperti kapal selam dan drone.

Di bidang perdagangan, Indonesia-Turki sepakat meningkatkan kerjasama melalui negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

"Pengurangan atau pengakhiran hambatan perdagangan dan penciptaan iklim investasi yang kondusif. Indonesia mendorong investasi Turki terutama di bidang maritim, infrastruktur dan energi," kata Jokowi.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.