Hasil Tes DNA Penyerang Brimob Segera Keluar

Hasil teS DNA penyerang brimob akan dicocokkan dengan kakak perempuannya.

Minggu, 02 Jul 2017 18:07 WIB

Suasana di sekitar kejadian penikaman anggota polisi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/6). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kepolisian Indonesia menyatakan hasil tes deoxyribonucleic acid (DNA) jenazah penyerang 2 brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan akan segera keluar dalam beberapa hari ini. Juru bicara Mabes Polri, Setyo Wasisto mengatakan, hasil tersebut akan dicocokkan dengan kakak perempuan pelaku.

"75-80% memang Mulyadi, tetapi kan memang harus mengecek menggunakan DNA agar lebih pasti lagi secara scientific. Identitas yang ditemukan adalah KTP tipe lama, namanya Mulyadi. Kemudian dicek di alamat itu kemudian sudah pindah, alamatnya ikut dengan kakak iparnya di Bekasi," jelas Setyo Wasisto saat dihubungi KBR, Minggu (2/7/2017).

Setyo Wasisto menjelaskan pihaknya belum menemukan hubungan pelaku penusukan dengan jaringan Jamaah Ansar Daulah (JAD). Ia menduga Mulyadi merupakan pelaku tunggal yang beraksi sendiri tanpa terikat jaringan atau lone wolf.

"Mengenai jaringan belum bisa dipastikan karena dari hasil pemeriksaan 4 orang saksi, kakaknya, kakak ipar, teman pedagang dan teman SMA-nya itu tidak ada kaitannya dengan jaringan dan grup JAD. Dia seperti lone wolf. Dia mendalami melalui internet," ungkapnya.

Sementara itu, kedua personel brimob yang menjadi korban penusukan yakni Dede Suhatmi dan Syaiful Bahtiar telah menjalani operasi dan berangsur membaik. 


Editor: Sasmito

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.