Alasan Polisi Hentikan Kasus Kaesang

"Jadi kita harus rasional, rekan-rekan penyidik polri juga harus rasional jadi tidak semua laporan masyarakat itu ditindaklanjuti."

Kamis, 06 Jul 2017 18:14 WIB

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo (kiri), Ibu Negara Iriana (ketiga kanan) dan dua anak Kaesang Pangarep (kanan) dan Kahiyang Ayu (kedua kanan) didampingi Pemilik Tuku Kopi Andanu Prasetyo (kedua kiri) berfoto bersama saat meminum kopi di Tuku Kopi, Jakarta

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

KBR, Jakarta- Kepolisian  tidak akan menindaklanjuti laporan Muhammad Hidayat, terkait kasus ujaran kebencian yang ia laporkan kepada Polres Bekasi beberapa waktu lalu.  Wakil Kepala Polri  Syafruddin mengatakan laporan itu hanya mengada-ada.

"Tidak ada, itu mengada-ada saya tegaskan itu mengada-ada. laporannya mengada-ada kami tidak akan tindak lanjut laporan itu," ujarnya.

Syafruddin juga mengatakan agar anggota polri tidak dengan mudah menerima laporan yang tidak rasional, sebap kata dia itu hanya akan menambah pekerjaan, dan membuat pekerjaan lain terbengkalai.

"Jadi kita harus rasional, rekan-rekan penyidik polri juga harus rasional jadi tidak semua laporan masyarakat itu ditindak lanjuti. jadi kalau tidak rasional ya tidak usah nanti capek kita, urusan pangan lebih penting." ujar Syafruddin.

Sebelumnya Juru bicara polri, Rikwanto mengatakan pihak Polres Bekasi yang menangani akan menindak lanjuti hal tersebut. namun Syafruddin membantah dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melanjutkan penyelidikan.

Sementara itu Juru Bicara  Kepolisian Rikwanto  mengatakan Polisi akan menginterogasi Muhammad Hidayat, pelapor video ujaran kebencian atas nama Kaesang. Polisi masih belum menyebut apakah Kaesang terlapor merupakan anak bungsu Presiden Jokowi.

"Adanya laporan tanggal dua dari seseorang bernama Muhammad Hidaayat, yang dilaporkan ini Kaesang. Atas ujaran kebencian dari sebuah video yang ada di internet atau medsos. Tanggal 7 nanti si pelapor akan diundang dimintai keterangan untuk diinterograsi, apa maksud laporan itu. Itu langkah yang sudah diambil Polres Metro Bekasi. Masih dalam penelitian dan penyelidikan," ujar Rikwanto, Juru bicara Polri, Kamis (06/07/2017).

Rikwanto mengatakan bahwa pelapor memang sering melakukan pelaporan terkait hal yang ia anggap tidak benar, pasalnya sejak Januari hingga Juni, tercatat sebanyak 60 laporan masuk ke Polres Bekasi atas namanya.

"Kalo yang melaporkan ini memang sering buat laporan ke polres dan dia  sejak Januari sampai Juni hampir ada 60an laporan masuk ke polisi dari dia. Jadi sepertinya dia sering lihat sesuatu yang tidak pas dan langsung dilaporkan." ujar Rikwanto.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

KPK Minta Opini Alternatif, IDI Siapkan Pemeriksaan terhadap Novanto

  • Ratusan Warga Non-Papua Keluar dari Lokasi Konflik Tembagapura
  • Jokowi Minta DPD Dukung Pembangunan Daerah
  • Satgas Temukan Kayu-kayu Hasil Pembalakan Liar Hutan Lindung di Nunukan

“Jadi orang malah jadi keluar masuk untuk merokok, berapa waktu yang terbuang,” kata Tari Menayang dari Komnas Pengendalian Tembakau