Tangkap 4 Orang, Polisi: Diduga Terkait Jaringan ISIS

Tak ditemukan barang bukti berupa senjata api ataupun barang berbahaya lainnya.

Rabu, 20 Jun 2018 16:47 WIB

Ilustrasi: Petugas Densus 88 Antiteror saat menjaga penggeledahan rumah terduga teroris di Jatikuwung, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/6). (Foto: ANTARA/ M Ayodha)

KBR, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap empat orang di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Yakni di kawasan Bandung dan Kebumen. 

Juru bicara Mabes Polri Syahar Diantono mengatakan, keempat orang yang diringkus pada Selasa (19/6/2018) itu diduga berafiliasi dengan jaringan teroris ISIS.

"Kemarin (Selasa) melakukan upaya penindakan terhadap jaringan terorisme di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ada empat terduga teroris yang telah diamankan," kata Syahar di Mabes Polri, Rabu (20/6/2018).

"Yang pertama inisialnya R, kedua inisialnya MN, ketiga inisial F dan keempat inisialnya FT alias FM. Keempatnya diduga terkait dengan jaringan sel-sel ISIS dan mereka melakukan komunikasinya melalui media sosial," tambahnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengantongi barang bukti berupa dompet, KTP, sejumlah uang dan telepon seluler. Kata Syahar, tak ditemukan barang bukti berupa senjata api ataupun barang berbahaya lainnya. Namun polisi akan terus mengembangkan penyelidikan terhadap empat orang tersebut.

"Ada beberapa barang bukti, kami lagi dalami keempat orang itu. Yang pasti kami duga terkait sel-sel ISIS. (Mereka berkomunikasi lewat apa?) lewat Telegram. (Apakah ada kaitan juga dengan JAD?) masih kami dalami," tutur Syahar.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.