Polemik Revisi KUHP, Setelah Lebaran Jokowi Siapkan Waktu Khusus Bagi KPK

"Meskipun sudah ada pembahasan di Menkopolhukam,"

Jumat, 08 Jun 2018 19:55 WIB

Ilustrasi: Draf revisi KUHP

KBR, Jakarta-  Presiden Joko Widodo berencana bertemu dengan pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mendengar alasan penolakan KPK jika delik korupsi dimasukkan ke dalam RKUHP. Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan keinginannya menghadap Jokowi.

"Setelah Lebaran saya akan siapkan waktu khusus untuk KPK yang berkaitan dengan Rancangan KUHP. Meskipun sudah ada pembahasan di Menkopolhukam, tapi karena dari KPK ingin bertemu ya saya akan atur," kata Jokowi usai buka puasa bersama di kediaman Ketua MPR, Jumat (8/6).

KPK sudah lima kali menyurati Jokowi terkait bahayanya jika delik korupsi masuk ke dalam KUHP. Namun surat itu tak satupun dibalas. Terakhir di Mabes TNI Cilangkap Selasa(5/6) lalu, Jokowi mengaku baru membaca surat dari KPK. Namun, dia menunggu kajian Kemenkopolhukam.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.