Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi Ajak Semua Pihak Tepikan Perbedaan

"Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan."

Jumat, 01 Jun 2018 14:51 WIB

Presiden Joko Widodo (tengah), Wakil Presiden Jusuf Kalla (kedua kanan), Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri (kedua kiri), Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno (kiri) dan Wakil Presiden ke-11 Boediono (kanan) menghadiri upacara Hari Lahir Pancasi

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat dan komponen bangsa mengesampingkan segala perbedaan dan membangkitkan kembali semangat Pancasila. Menurut Jokowi, Pancasila selama ini sudah menjadi pemersatu seluruh golongan dan latar belakang.

Dengan bersatu, ia melanjutkan, Indonesia akan mampu menghadapi persaingan global.

"Dengan modal semangat dan energi kebersamaan, kita akan mampu berprestasi untuk memenangkan kompetisi. Kita harus percaya diri dan berani bersaing dalam kehidupan dunia yang semakin terbuka dan kompetitif," kata Jokowi saat memimpin upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Jakarta, Jumat (1/6/2018).

"Kita harus memperkokoh kekuatan kolektif bangsa dan tidak boleh menghambur-hamburkan energi dalam perselisihan dan perpecahan."

Jokowi mengatakan negara-negara lain di Indonesia saat ini juga sedang menghadapi ancaman intoleransi. Karena itu ia mengajak seluruh komponen bangsa mengingat kembali proses besar pembentukan Pancasila. Para pendiri bangsa dari pelbagai kelompok, golongan, dan latar belakang duduk bersama menetapkan Pancasila sebagai pemersatu perbedaan.

Dia pun mengingatkan kembali kepada masyarakat agar mengamalkan nilai-nilai tersebut. Dengan begitu, ujarnya, Indonesia tidak akan mampu dipecah-belah.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang